Leo tidak tertawa. Di kepalanya, Angel Ma tidak pernah bekerja sungguhan dalam kehidupan pertama, tetapi selalu berhasil membuat orang lain merasa dirinya pantas dibantu. Angel mengandalkan wajah, bedak tebal, cara menundukkan mata, dan suara lembut yang bisa membuat pria merasa sebagai penyelamat. Anita lebih kasar, tetapi lebih berbahaya dalam urusan rumah, karena perempuan itu pandai memakai usia, kesulitan, dan kata moral untuk merampas barang orang lain tanpa malu. “Kalau mereka tinggal di desa, mereka akan mencari rumah yang sedang naik,” kata Leo. Pak Jamin menoleh sebentar. “Kau maksud rumahmu?” “Orang serakah tidak mencium asap tungku miskin,” jawab Leo. “Mereka mencium karung yang baru masuk, garam yang baru dibeli, dan sepeda yang baru berdiri.” Di jalan masuk desa, Angel dan Anita menjadi tontonan sebelum benar-benar bek
Read more