Kerumunan di depan rumah Leo Zhang perlahan bubar setelah Anita Ma hampir jatuh di depan karung beras. Namun Leo tidak membiarkan halaman berubah menjadi tempat orang menikmati tontonan terlalu lama, karena beras yang dibiarkan di tengah tatapan lapar bisa memanggil masalah baru sebelum malam turun.“Darman, Rian, angkat karung ke dalam,” kata Leo sambil menatap simpul goni. “Jangan diseret. Kalau bawahnya robek, yang rugi bukan orang yang tadi tertawa.”Darman Chen dan Rian Xu segera bergerak. Bima Yang membersihkan papan yang akan dijadikan alas, sementara Andika Zhang duduk di dekat meja bambu dengan papan catatan yang sudah terbuka.Livia Lin berdiri di sisi pintu dengan wajah masih tegang. Ia tidak menangis dan tidak mundur, tetapi Leo melihat ujung jarinya sempat menekan kain rok, tanda bahwa benturan dengan Angel dan Anita tadi tetap meninggalkan getar di tubuhnya.“Catat barang masuk,” ujar Leo kepada Andika. “Beras satu karung, dua kaleng makanan, garam tambahan, kain kasar,
Read more