Pagi itu Leo membuka papan catatan Andika sebelum tungku dapur benar-benar menyala. Di bawah tulisan Restoran Bunga Kapas, Andika menyalin ulang nama Nora Liu, Angel Ma, Andre Wu, waktu undangan, serta kalimat terakhir yang semalam Leo tulis tentang gula yang terlalu manis.Livia Lin berdiri di dekat meja kecil sambil melipat pakaian sederhana berwarna pudar. Ia hamil lima bulan, tetapi tubuhnya masih langsing, dan pakaian longgar yang biasa ia pakai membuat perutnya tidak tampak jelas bagi mata orang yang hanya ingin menilai dari luar.Leo memandang istrinya cukup lama, bukan seperti laki-laki cemburu yang hendak mengurung, melainkan seperti orang yang sedang mengukur semua celah yang akan dipakai musuh. Pengalaman hidup pertamanya membuat ia tahu bahwa orang kotor tidak selalu menyerang dengan teriakan, kadang mereka memakai undangan, meja bersih, dan saksi yang tampak sopan.“Pakaian ini cukup sederhana,” kata Livia sambil merapikan lipatan lengan. “Kalau mereka ingin menuduhku men
Read more