Pati kudzu tersimpan dalam beberapa wadah bersih. Putihnya tidak mencolok seperti tepung mahal dari kota, tetapi di mata Leo, bahan itu adalah pintu kecil menuju banyak kemungkinan. Ia menyentuh salah satu wadah, lalu mengingat masa depan. Di tahun 2026, ia pernah melihat bagaimana bahan sederhana berubah nilai hanya karena tekstur, rasa, dan bentuknya dibuat lebih mudah diterima lidah orang. Bahan murah bisa naik kelas jika orang tidak lagi melihat asalnya. Singkong, pati, kacang, kedelai, semua pernah berubah menjadi produk bernilai ketika orang yang mengolahnya paham bagaimana membuat mulut ingin kembali. Livia memperhatikan cara Leo menatap tepung kudzu. “Kenapa kau melihatnya seperti melihat obat langka?” “Karena bentuknya sekarang masih terlalu sederhana,” jawab Leo. “Kalau dijadikan bubur, orang akan kenyang. Tapi kalau bentuknya diubah, orang bisa merasa sedang m
Read more