Sore di pasar kecamatan turun pelan, tidak ramah dan tidak lembut. Cahaya matahari sudah miring, membuat lorong batu yang tadi penuh suara kini mulai dipenuhi bunyi papan ditutup, timbang besi diangkat, dan terpal kusam yang digulung satu demi satu.Leo berdiri di sisi bak truk tua sambil memeriksa sekali lagi semua barang yang sudah mereka beli. Dua karung kecil beras kualitas rendah ditaruh paling dalam, sayur diikat rapat agar tidak gampang patah, dan ayam kampung potong besar dibungkus dua lapis lalu diikat lagi dengan tali rami.Darman Chen masih belum percaya semua itu milik mereka. Tangannya berkali-kali menyentuh sisi karung beras, bukan untuk memastikan isi, melainkan seperti orang yang takut benda itu mendadak hilang kalau tidak disentuh terus.Andika Zhang berbeda. Ia tidak banyak bergerak, tapi matanya terus kembali ke kain dalam bajunya, tempat bagian uangnya diselipkan sejak tadi.Di pasar, uang belum terasa seperti harta penuh. Baru saat jalan pulang muncul di depan kep
Read more