Haris pulang dengan pakaian kotor di bagian bawah. Nora sudah menunggu di rumah, berdiri di balik pintu seperti orang menunggu hasil perang. "Bagaimana?" tanyanya. Haris duduk di bangku, mengusap wajah, lalu menjawab, "Kudzu memang banyak di rawa." Mata Nora langsung terang. "Aku bilang juga." "Mereka menggali akar besar, mencuci, memilah, lalu membawa pulang. Kerjanya berat." "Berat bukan masalah," kata Nora cepat. "Yang penting bisa jadi uang." Haris masih agak ragu. "Leo memilih akar dengan teliti. Dia memisahkan beberapa bagian." "Itu cuma gaya," potong Nora. "Orang yang sudah mulai kaya selalu membuat kerja sederhana tampak sulit supaya orang lain takut ikut." Haris terdiam. Ia melihat sendiri Leo memang teliti, tetapi kata-kata Nora menggaruk gengsinya. Nora melangkah mondar-mandir di ruang
Read more