"Eli!" teriak Adrian kalap. Ia merangsek maju, mengulurkan tangan seolah ingin merenggutku paksa dari dekapan Nikolai.Namun, gerakan Nikolai jauh lebih cepat. Dengan dingin, ia menempelkan moncong senjatanya tepat di ulu hati Adrian. "Mundur," perintahnya. Suaranya rendah, namun mengandung otoritas yang mematikan.Adrian tak bergeming. Ia berdiri kaku dengan tatapan menantang yang menyala-nyala. "Selama ini aku selalu diam menerima semua perlakuanmu, Nikolai," desisnya dengan kebencian yang meluap. "Tapi kali ini, aku akan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milikku!"Adrian melirik ke arah koridor di belakang kami, seperti memberikan kode rahasia lewat sorot matanya.Menyadari bahaya yang mengintai, Nikolai berputar secepat kilat. Sebelum dua pria di belakang kami sempat menarik pelatuk, Nikolai lebih dulu memuntahkan timah panasnya.DOR! DOR! DOR!Bersamaan dengan dentuman itu, Nikolai menangku
Last Updated : 2026-04-29 Read more