"Kau puas, Sayang?" bisik Nikolai dengan suara serak yang masih terengah-engah.Aku mengangkat wajah, menatapnya dengan senyum lebar yang penuh binar kebahagiaan. "Emh. Aku mencintaimu, Nikol."Ia tersenyum lebar dengan binar menggoda. Tanpa menjawab dengan kata-kata, Nikolai kembali menarik tengkukku, melumat bibirku dengan penuh gairah yang seolah tak ada habisnya.Sepertinya, satu bulan penuh tanpa kehadiranku telah menciptakan lubang kerinduan yang sangat dalam di dadanya.Puas menyesap bibirku, ia mengubah posisi kami. Ia mengatur tubuhku hingga menungging di atas sofa markas, dengan tangan bertumpu kuat pada sandaran kursi."Boleh aku melakukannya sekali lagi?" bisiknya tepat di telingaku, suaranya rendah dan menggetarkan saraf."Emh," sahutku sembari menggigit bibir, memberikan izin sepenuhnya.Ia tiba-tiba menggigit pelan daun telingaku dengan gerakan erotis, sementara tangannya meremas buah dadaku yang menggantu
Dernière mise à jour : 2026-05-11 Read More