Home / Young Adult / Jerat Ketos Galak / Bab 111. Andrea dan Jolina

Share

Bab 111. Andrea dan Jolina

Author: Sweety
last update publish date: 2026-05-19 20:00:26

"Kenapa dengan grup pembully itu? Mereka hampir menyekap kamu lagi?" cecar Andrea pada Jolina begitu tiba di kamarnya.

Jolina menggeleng kecil. "Beruntungnya enggak ya."

Kepala Andrea sedikit miring. "Lalu apa?"

"Well, thanks to you and Noela, setelah makan aku memang bisa berpikir jernih lagi dan aku bisa menemukan petunjuk tentang siapa anggota grup KGA itu."

"Kamu bisa chat atau telepon aku," celetuk Andrea, menaruh semua paper bag dan goody bag di meja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Delisa
Akurrr yaaa kaliannn skrg
goodnovel comment avatar
Uing
yeyyy temenan yaa skrg
goodnovel comment avatar
Fha
nambah tmn baru ya andrea smg jolina kg ada niat jahat lg ya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jerat Ketos Galak   Bab 333. Kyrran dan Kakek Lucian

    Kakek Lucian menghela napas panjang sebelum akhirnya duduk di depan seluruh keluarga. Ruangan yang tadi dipenuhi keterkejutan perlahan menjadi tenang. Semua orang menunggu penjelasan.Darell sendiri sudah duduk di samping mamanya, sementara Kyrran duduk dengan ekspresi campur aduk antara lega, marah dan bingung."Kalian semua berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi," ujar Kakek Lucian pelan.Lalu satu per satu pria tua itu menjelaskan. Tentang misi yang dijalani Darell bersama Tante Drassha dan Kakek Lucian. Juga rahasia yang ia simpan selama ini, mengenai identitasnya.Semuanya terdiam tak menyangka kecuali dua anak kecil—Aurell dan Lysander yang celingak-celinguk menatap semua orang.Tante Raissa  kembali memeluk Darell. Meski mengomel, air mata terus mengalir di pipinya."Kamu bikin Mama hampir gila tahu gak?"Darell tertawa kecil. Namun detik berikutnya ia membalas pelukan Tante Raissa erat. "Maaf, Mama."Di

  • Jerat Ketos Galak   Bab 332. Darell, Rahasia dan Misi

    Beberapa hari sebelumnya…Darell benar-benar sudah tidak tahu pakai cara apa lagi untuk membujuk Kyrran untuk melakukan operasi yang bisa menyelamatkan hidup adiknya itu. Bahkan kekasih Kyrran sendiri—Andrea—tidak mampu membuat Kyrran berubah pikiran.Di tengah kebingungannya itu, Darell terpikirkan sebuah ide gila. Ia lalu menghubungi papanya Om Adriell—bisa disebut kakeknya juga—yang selama ini tinggal jauh dari keluarga Yoseviano dan menjadi pria tua biasa yang menjaga toko sepeda di sebuah negara kecil.Namun ada rahasia yang tidak diketahui banyak orang mengenai pria tua bernama Lucian itu. Identitas aslinya 'The Raven' seorang pembunuh bayaran legendaris yang sudah lama pensiun.Yang mengetahui hanya Papa Kayrell, Om Adriell, Mama Drassha dan Opanya Kyrran—Riovandra Alveroz. Juga Darell.Bagaimana Darell bisa mengetahuinya?Tentu karena tidak sengaja mendengar percakapan Tante Drassha dan Om Adriell saat Kyrran diculik. Mereka meminta bantuan.Lalu di percakapan mereka, terungka

  • Jerat Ketos Galak   Bab 331. Darell?

    Malam itu, seluruh anggota keluarga Yoseviano berkumpul di ruangan keluarga. Lampu kristal besar menggantung di langit-langit, menerangi meja panjang yang dipenuhi makanan dan minuman.Ada Om Kayrell, Tante Raissa, sepupu Kyrran—Narell, Galadriell, Aurell. Saudara-saudaranya juga—Jergar, Isaac, Noela dan Lysander.Kyrran duduk di sofa panjang di tengah ruangan. Di sebelah kirinya ada Mama Drassha dan di sebelah kanannya Papa Adriell.Meski wajahnya tampak tenang, jemari cowok itu saling bertaut erat di atas paha. Ia masih gugup. Keputusan yang akan disampaikan malam ini bukan keputusan kecil. Keputusan itu akan menentukan seluruh hidupnya.Papa Adriell menepuk pelan bahunya, seolah memberikan dukungan tanpa perlu kata-kata.Kyrran menarik napas panjang, lalu berdiri dan semua mata tertuju kepadanya."Terima kasih sudah menyempatkan untuk berkumpul malam ini," ucapnya berusaha tenang."Aku mau menyampaikan sesuatu."

  • Jerat Ketos Galak   Bab 330. Janji

    Seorang guru sejarah tengah menjelaskan materi di depan ruangan. Para siswa tampak mencatat dan membuka tablet mereka. Beberapa dari mereka mulai kehilangan fokus. Ada yang melirik jam dinding, ada yang seperti Andrea yang tidak benar-benar mendengar apa yang sedang dijelaskan.Pandangannya tertuju ke luar jendela. Langit siang itu berwarna abu-abu pucat. Sama seperti suasana hatinya sejak beberapa hari terakhir.Kepergian Darell masih terasa tidak nyata.Kadang Andrea masih berharap akan melihat kakak sepupu Kyrran itu berjalan santai di koridor sekolah dan menunjukkan aksi di lapangan hockey sebagai kapten atau mungkin meluangkan waktu wawancara dengan Andrea.Namun kenyataannya tidak akan seperti itu lagi. Darell benar-benar sudah pergi dan meninggalkan lubang besar dalam hidup banyak orang. Terutama Kyrran.Andrea menunduk pelan, jemarinya memainkan ujung pulpen. Baginya Darell sudah jadi seorang kakak juga buat Andrea.Cowok

  • Jerat Ketos Galak   Bab 329. Kyrran dan Papa Adriell

    "Kau—"napas Kyrran tercekat.Ia mulai mengklik riwayat pencarian Darell, baris demi baris memenuhi layar. Dari artikel medis, jurnal penelitian, forum kesehatan, informasi tentang penyakit langka, terapi eksperimental, dokter spesialis di seluruh dunia hingga kasus yang gejalanya mirip dengan penyakit yang diderita Kyrran.Di pemakaman, Andrea menyampaikan pada Kyrran. "Memang Paman Dimitri yang mencari informasi tentang dokter Sebastian, tapi semua informasi lengkap tentang penyakit kamu yang bahkan dokter Armand gak temukan, didapatkan oleh Darell. Informasi yang aku kumpulkan juga masih jauh dari yang dikumpulkan Darell."Di hadapan layar komputer Darell, tangan cowok itu mulai bergetar. Ia membuka email. Puluhan surel tersusun di sana. Sebagian besar berisi korespondensi dengan rumah sakit, penelitian, permintaan konsultasi sampai pertanyaan mengenai metode pengobatan terbaru.Semua tentang Kyrran. Bahkan saat ia sendiri mulai kehilangan keyakinan, sempat ingin melakukan eutanasia

  • Jerat Ketos Galak   Bab 328. Jangan Sampai

    Seluruh anggota keluarga Yoseviano berdiri dalam diam di hadapan makam Darell Cillian Yoseviano. Semuanya mengenakan pakaian hitam.Para laki-laki berdiri tegak dengan wajah muram, sementara para perempuan menundukkan kepala. Beberapa masih menggenggam saputangan yang sejak tadi digunakan untuk mengusap sudut mata. Tidak ada percakapan yang terdengar kecuali hembusan angin yang melewati dedaunan pepohonan tinggi yang mengelilingi taman makam khusus keluarga Yoseviano itu.Di salah satu barisan depan, Kyrran berdiri dengan kedua tangan masuk ke saku celana. Kacamata hitam yang menutupi matanya tidak mampu menyembunyikan tatapan kosong yang terpancar dari wajahnya.Di hadapannya, tanah makam Darell baru saja ditutup. Sosok yang selama ini selalu menemani, memberi masukan saran dan nasihat serta yang sering memarahinya jika mengambil keputusan salah—kini hanya tinggal nama yang terukir pada batu nisan.Kyrran menatapnya cukup lama tanpa adanya tangisan. Namun justru itu yang membuat waja

  • Jerat Ketos Galak   Bab 51. Mau Wawancara dengan Kyrran

    Setelah kegiatan di klub jurnalistik selesai, Andrea bergegas keluar, langkah sepatunya menyusuri koridor yang lengang. Dia harus menemui Kyrran demi keselamatan naskahnya malam ini. "Ada-ada saja," geram Andrea, berjalan cepat sambil menunduk, kedua ibu jarinya menari di layar. [Kamu di mana]

  • Jerat Ketos Galak   Bab 50. Sarkasme Kyrran dan Andrea

    "Kamu lebih mendalami soal teknologi sejak pindah ke sini, kan?" tanya Andrea. Gadis itu menusuk-nusuk pelan nasi mentega yang ada di foodtray. "Ya, kenapa, Andrea?" Derby menyendok sup krim jagung ke dalam mulutnya. "Kamu… bisa hack handphone orang lain gak?"Derby h

  • Jerat Ketos Galak   Bab 46. Menemani Kyrran Berenang

    "Gosh! Dia—" Andrea menggigit bibir bawahnya untuk menahan ucapan yang tak seharusnya diungkapkan. Tapi dalam benaknya, ia mendengar secara gamblang. Hot banget, ujarnya dalam hati sambil cengo menatap sosok cowok di sisi kolam dekat matras hitam dan alat latihan calisthenics. Tak lain

  • Jerat Ketos Galak   Bab 32. Would You Lend Me Your Lips?

    "Rea! Aku punya berita penting!" Teriakan heboh Noela membuat Andrea terkejut. Dia tidak mengenakan headphone dan pintu kamarnya memang terbuka lebar, sehingga suara melengking sahabatnya itu langsung menyerang pendengarannya. Andrea menoleh, iris kecokelatannya yang bening beralih dari layar l

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status