แชร์

Bab 314. Ngedate Bagian II

ผู้เขียน: Sweety
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-17 20:01:17

"Baby Ran?"

Panggilan ketiga Andrea yang membuat alis Kyrran tersentak tipis. Gadisnya itu begitu cantik sampai ia bahkan lupa berkedip.

"Kenapa diam? Gak cocok ya?" tanya Andrea, menekuri pakaiannya.

Cowok itu akhirnya berdiri dari sofa dengan pelan tanpa mengalihkan pandangan dari Andrea.

"Cocok banget, Sayang." Kyrran menghentikan langkah tepat di depan gadis itu.

Ia kemudian menyaksikan sendiri pipi Andrea memerah. "Makasih, ya," ujar gadis itu
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (5)
goodnovel comment avatar
Byanca
lanjuttttt nanggung sptny baby ran mau mimi tutuuu hahhaa
goodnovel comment avatar
Rini Angriani
nexttt thorrr
goodnovel comment avatar
Rahcelle Chuu
aduuu nanggungg thor
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 72

    "Baby Ran, kok lama banget?" Andrea menoleh sedikit, tetapi masih menghadap laut. "Kamu motret atau malah bengong?""Sebentar, sayang. Aku lagi cari angle  yang paling bagus," kata Kyrran beralasan, sambil terus mendekat.Setelah tiba di belakang Andrea, Kyrran memasukkan ponselnya. Kini di tangannya tersisa kotak kecil tersebut.Kyrran menatap benda itu untuk beberapa saat sebelum akhirnya ia menekuk satu lututnya dan bertumpu di atas pasir.Di hadapan Kyrran, Andrea masih berdiri dengan rambut yang berkibar lembut ditiup angin. Gadis itu bahkan masih sibuk berpose menghadap ke arah sunset."Sudah, Sayang," sahut Kyrran.Andrea menurunkan tangannya. "Sudah? Coba lihat hasilnya—" Ia berbalik. Namun, kalimatnya terputus begitu saja.Mata gadis itu membulat ketika mendapati Kyrran berlutut di atas pasir tepat di belakangnya. Cowok itu menatapnya dengan senyum yang berbeda dari biasanya, senyum yang membuat Andrea mendadak

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 71

    "Baby Ran, stop!" Andrea tertawa geli sambil berusaha menepis tangan Kyrran yang sejak tadi mengusik pinggangnya. Namun, Kyrran justru semakin jahil. Sudut bibir cowok itu terangkat, menampilkan senyum kemenangan yang membuat Andrea ingin menjitak kepala kekasihnya itu. "Menyerah, Sayang?" tutur Kyrran. "Enak saja! Baby Ran, awas ya!" Alih-alih berhenti, cowok itu kembali menggelitik pinggangnya hingga Andrea menjerit kecil sambil tertawa. "Aaaah!!! Baby Ran! St— aaaah!" Saat Andrea akhirnya berhasil melepaskan diri, ia berlari menjauh dari Kyrran menyusuri tepian pantai. Gaun cantik berwarna putih gading yang ia kenakan berkibar tertiup angin laut. Rambut hitam panjangnya dibiarkan tergerai, sesekali menutupi wajahnya ketika ia berlari di atas pasir basah. Di belakangnya, Kyrran menyusul dengan langkah panjang. Cowok itu mengenakan kemeja linen berwarna putih dengan dua kancing teratas terbuka, dipadukan dengan celana berwarna krem. Lengan kemejanya digulung hingga sik

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 70

    Kakek Dedrick memejamkan mata sembari mempererat pelukannya pada putri semata wayangnya. "Ayah juga ingin meminta maaf, Ana."Pria tua itu mengusap punggung Anastasia yang masih berada dalam pelukannya. Suaranya terdengar parau, sarat penyesalan yang telah ia pendam selama bertahun-tahun. "Setelah kehilanganmu, Ayah selalu dihantui rasa bersalah. Ayah terus memikirkan bagaimana seandainya dulu Ayah tidak menentang hubunganmu dengan pria yang kamu cintai. Mungkin semuanya tidak akan berakhir seperti ini."Wanita itu menggeleng pelan. Ia melepaskan pelukannya, lalu menggenggam kedua tangan Kakek Dedrick yang keriput."Sudah, Ayah. Semuanya sudah berlalu." Anastasia tersenyum tipis di antara air matanya. "Aku sudah kembali sekarang. Kita masih punya waktu untuk memperbaiki semuanya, bukan?"Kakek Dedrick menatap putrinya lekat-lekat. Ada begitu banyak hal yang ingin ia tanyakan, tetapi satu dua pertanyaan terus mengusik pikirannya."Tapi, ba

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 69

    "Sampai kapan kau mau membenci dan menyalahkan Kyrran cucuku atas kematian putrimu, Dedrick?" tanya Opa Riovandra sambil mengamati susunan bidak di hadapannya. Kakek Dedrick mengatupkan rahang. Tangannya bergerak memindahkan satu bidak kuda, mengancam posisi pion milik Opa Riovandra. "Sampai kapan pun, selamanya," jawab Kakek Dedrick tajam, membuat Opa Riovandra mengembuskan napas panjang. "Kau tahu kalau Kyrran cucuku juga hanya korban dari penculikan 15 tahun silam itu." "Kau begitu mudah mengatakannya seolah-olah semua ini sesederhana bermain catur." Kakek Dedrick menatap Opa Riovandra tajam. "Kau tidak mengerti apa yang kurasakan, Riovandra. Kau tidak kehilangan putri seperti aku kehilangan putriku." Opa Riovandra terdiam sejenak. Tatapannya beralih pada papan catur sebelum tangannya mengambil bidak dan memindahkannya ke petak lain. "Tentu saja aku mengerti, lebih dari yang kau kira," jawabnya pelan sambil memindahkan bidak. Opa Riovandra menatap balik dengan sorot yang sama

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 68

    Helikopter yang membawa Kakek Dedrick yang didampingi Paman Dimitri—mendarat di helipad pribadi yang terletak di salah satu sudut estate keluarga Alveroz. Hembusan angin dari baling-baling helikopter menerbangkan dedaunan di sekitar area pendaratan. Terlihat beberapa staf estate berdiri tak jauh dari sana, menunggu hingga mesin helikopter benar-benar berhenti berputar. Opa Riovandra, pemilik estate tersebut, sudah menerima kabar mengenai kedatangan tamu penting dari keluarga Beaumont. Begitu helikopter dimatikan dan pintunya terbuka, pria tua itu segera melangkah maju untuk menyambut seorang pria berambut putih yang turun dengan wajah serius. "Mana cucuku?" Itulah kalimat pertama yang keluar dari mulut Kakek Dedrick, bahkan sebelum ia sempat membalas sapaan tuan rumah. Opa Riovandra mengangkat alis. "Cucumu?" "Jangan berpura-pura tidak tahu, Riovandra. Cucumu, Kyrran, membawa kabur cucuku! Katanya dia membawa Andr

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 67

    Keesokan harinya, Kakek Dedrick duduk di balik meja kerja besarnya dengan amarah yang membuncah dalam dada pria tua itu. Kerutan di wajahnya tampak semakin dalam dan sorot matanya mengeras menatap surat yang kini berada dalam cengkeramannya. Ya, itu surat yang ditinggalkan oleh Andrea sebelum melarikan diri bersama Kyrran. "Berani-beraninya dia membawa cucuku!" geram Kakek sembari meremas ujung surat itu. Di samping meja, Paman Dimitri, asisten pribadi sekaligus kepala pelayan yang telah mengabdi lama kepada keluarga Beaumont, berdiri dengan sikap hormat. Ia sudah terbiasa menghadapi temperamen tuannya, tetapi kali ini ia tahu kemarahan Kakek Dedrick bukan semata-mata karena Andrea meninggalkan rumah tanpa pamit. Ada kekhawatiran besar yang tersembunyi di baliknya. "Dari rekaman CCTV, Tuan Muda Kyrran membawa Nona Andrea keluar melalui balkon kamarnya, Tuan," lapor Paman Dimitri hati-hati. Kakek Dedrick memejamkan mata sejenak, berusaha meredam emosinya. Namun, beberapa detik kem

  • Jerat Ketos Galak   Bab 1. Skandal di Lab Biologi

    "Andrea Ilsa Shimano dari kelas 11-D, silakan ke ruangan dewan kedisiplinan sekarang juga."Suara pengumuman dari interkom sekolah menggema di setiap sudut Alveroz International High School.Percakapan siswa pada deretan meja panjang kafetaria langsung mereda. Hampir semua kepala menoleh bersamaan

  • Jerat Ketos Galak   Bab 5. Ancaman

    Setelah kelas selesai, satu per satu siswa keluar dari kelas. Biasanya, Andrea juara satu siswa yang meninggalkan kelas paling cepat. Tapi, kali ini gadis itu menahan diri.Setelah melihat Kyrran beranjak dari kursi, gadis itu ikut bangkit dan langsung menghampiri cowok itu."Kyrran," kata Andrea.

  • Jerat Ketos Galak   Bab 3. Kemunculan Tiba-tiba Kyrran

    Lampu taman mulai menyala satu per satu dan para siswa Alveroz High mulai kembali ke asrama masing-masing. Di kamar mandi sebuah unit kamar 207 lantai dua di asrama putri, Andrea berendam dalam bathtub. Air di bathtub bergerak pelan saat gadis itu bersandar, bahunya tenggelam setengah dan rambut h

  • Jerat Ketos Galak   Bab 2. Ketua OSIS Galak

    Siapa yang tidak kenal dengan Kyrran Diandra Yoseviano. Selain sebagai Ketua OSIS, cowok itu merupakan siswa jenius yang selalu dipandang sebagai panutan sempurna. Dia selalu mendapatkan A di semua mata pelajaran. Wajah cowok itu tampan dengan garis rahang tegas dan hidung lurus yang memberi kesan

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status