Selama tiga hari berikutnya, Tang Rui diawasi seperti seorang bayi. Tidak diizinkan kemana-mana. Ketika rasa bosan sudah mencapai puncaknya, Tang Rui yang kehabisan akal membujuk sang istri jalan-jalan ke luar. "Ada pasar rakyat yang menarik. Tidak cuma jual pernak-pernik langka, pertunjukan budaya juga ada di sana."Shu Yi menatap suaminya ragu. "Kau tidak sedang menipu, kan? Jangan harap bisa kabur.""Tentu saja tidak. Aku mana berani sama wangfei."Setelah kata sepakat tercapai, Shu Yi berkemas. Dia sengaja memakai baju dan riasan sederhana agar tidak menarik perhatian. "Ayo pergi," ujarnya bersemangat. "Aku masih bisa pakai token kemarin, kan?""Tentu saja. Asal imbalannya sepadan."Melihat senyum licik sang suami, Shu Yi sudah tahu imbalan apa yang dimaksud.Cedera yang dideritanya bikin Tang Rui puasa tiga hari berturut-turut. Sulit membayangkan betapa lapar dia sekarang. "Hmph. Sebe
اقرأ المزيد