Xuanzong tersenyum kecil saat memandang langit malam tanpa bintang itu. Tatapannya kosong namun pikiran seperti sedang berkelana mencari memori lama yang tersimpan rapi di dalam kenangan.Lian Wei masih setia menunggu Kaisar Xu berbicara.“Jika kau bertanya seperti apa ibumu, maka jawabannya sederhana,” ucap Kaisar Xu terjeda, ia melirik pada Lian Wei sebelum melanjutkan.Lian Wei meletakan kembali cangkir teh di tangannya.“Dia adalah orang yang paling sulit diam yang pernah kukenal.”Lian Wei menoleh, memperhatikan pria paruh baya itu dengan saksama. pria itu menatap ke depan, seolah membayangkan adegan masa lalu yang berputar di depannya.“Dulu, saat kami masih muda, semua para gadis bangsawan belajar etika kerajaan, menjahit, bermain alat musik, menghafal aturan istana. Namun ibumu berbeda, dia tidak belajar hal itu. Dia bahkan sudah memanjat tembok untuk kabur ke pasar.”Xuanzong terkekeh pelan, seolah mengingat sesuatu yang lucu.“Suatu hari, ayahmu mencarinya ke mana-mana karen
Read more