Share

145

Penulis: Naomiliana
last update Tanggal publikasi: 2026-06-05 21:44:44

Istana disibukan dengan persiapan pesta penyambutan Lian Wei. Aula utama istana tampak jauh lebih sibuk dari biasanya.

Para pelayan hilir mudik membawa gulungan sutra, vas bunga, dan nampan berisi camilan kering yang masih tertutup kain merah.

Di tengah keramaian itu, Kasim istana berdiri sambil mengawasi setiap sudut ruangan.

“Karpet itu diganti. Gunakan yang baru dari gudang timur,” perintahnya.

“Baik, tuan.”

Beberapa pelayan segera berlari menjalankan tugas mereka.

Di halaman depan, lentera
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   310

    “Tidak kecuali kau tidur denganku.” ucapnya dengan smirk. Lian Wei berjongkok di hadapan pria itu, ia mengambil tangan pria itu yang memang tidak terikat. Yang terikat hanya sampai pada bagian sikunya saja. “Jika tidur denganmu, dapat mengatakan segalanya, baiklah.” Lian Wei melepaskan ikatan pria itu, ia menyobek ujung kain bajunya dan membalutkan luka bakar pria itu. Ia membawa pria itu dengan perlahan. Mereka pergi ke ruangan sebelah, Lian Wei memberi tanda untuk menjaga delapan orang sisanya. Lian Wei mendudukkan pria itu di kasur yang memang tersedia di sana. Perlahan tangannya bergerak membuka hanfu pria itu. “Aku tidak tahu kau akan serendah ini, hanya untuk mendapatkan jawabannya.”Pria itu tersenyum penuh dengan kemenangan.“Benarkah? Tapi aku tidak punya pilihan lain lagi bukan?” ucap Lian Wei.“Dibanding dengan mencari jawabannya bagaimana jika pergi bersamaku? Kau sangat cantik sungguh sangat disayangkan,” ucapnya menggoda Lian Wei dengan menyentuh wajah cantik Lian W

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   309

    “Sepertinya ini tempat mereka.”Mingmei menatap Yelu dan mereka mengangguk dengan yakin. Mereka masuk kesana, aroma alkohol sangat tercium saat mereka memasuki ruangan. “Ada apa ini?”“Wah… ada penantang baru tuan?” ucap salah satu dari mereka.“Ya, baru saja datang.”“Tuan, mereka baru disini,” ucap penjual itu pada seorang pimpinan disana.“Ah baiklah kau boleh keluar.”Saat si penjual keluar Wei Heng berjaga di depan pintu untuk memastikan kedua gadis itu aman. ‘Ternyata mereka juga menyewa perempuan,’ batin Yelu jijik. “Tuan muda, kau berani sekali menantang kami,” ucap salah satu anggota. “Ya kami datang untuk menantang.”“Kau sangat berani menantang tuan kami. Kau tidak tahu jika dia adik raja, huh?” ucap seorang anggota yang sudah mabuk berat. “Aku tidak salah masuk,” ucap Mingmei dengan smirk di wajahnya.“Tuan, tuan, bagaimana jika kita segera memulai permainan ini?” ucap Yelu berani.“Hahaha dia menantang tuan,” ejek salah satu orang disana.“Mari mulai,” ucap sang pemi

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   308

    “Di antara semua tusuk rambut, kenapa hanya bulu phoenix ini yang tidak ada hiasannya?”“Sebenarnya tusuk rambut ini sepasang nona,” ucap penjual memberikan bulu phoenix berwarna silver. “Dikatakan bahwa dulu Dewa Phoenix sangat mencintai Dewi Bintang. Tetapi karena memiliki elemen yang berlawanan mereka tidak bisa bersatu. Lalu Dewa Phoenix mengambil satu bulu dari masing-masing kedua sayapnya dan berubah menjadi tusuk rambut ini. Awalnya banyak mengatakan kedua bulu ini berwarna emas, namun saat tiba di tangan Dewi Bintang, berubah menjadi warna silver.”“Lalu?” tanya Lian Wei tidak terlalu tertarik dengan kisah romantisme itu. “Nona anda sungguh tidak tahu? Dikatakan bulu yang dicabut adalah bagian dari setengah jiwa sang dewa, betapa manisnya hal ini,” ucap penjual itu dengan berkhayal. “Yah aku tidak tertarik dengan ceritanya, namun bulu phoenix ini sangat cantik. Berapa harganya?”“Lima keping emas,” ucap penjual dengan smirk. “Kau mau menipuku?” ucap Lian Wei tegas. “Nona

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   307

    “Kau punya uang untuk membeli ini?”Gadis itu mengepalkan tangannya kuat.“Kau meremehkan aku? Apa kau tidak tahu siapa aku?”“Memangnya aku kerabat mu? harus tahu kau ini siapa? Tanya kan pada ayah dan ibumu.”“Aku ini Tao Lan, Putri Kedua bangsawan Tao,” ucapnya bangga. “Oh… kau sudah sembuh? Apa sekarang kau sudah bebas berkeliaran? Hingga sampai di Kekaisaran Shang?”Tao Lan menatapnya dengan angkuh dan tidak sabaran.“Bagus kalau kau sudah tahu, sekarang sebutkan harganya.”“Baik kalau begitu kain yang kau inginkan, akan ku jual dengan harga tiga ribu keping emas.”“Apa?! Kenapa begitu mahal?”“Nona, anda mencuri bahan terbaik milikku, tentu anda harus membayar mahal kain ini,” ucap Lian Wei. “Kau!”“Lagipula aku ini membeli seluruh gulungan tidak seperti kau yang hanya membelibbaptg saja.”‘Sepertinya aku pernah lihat dia di suatu tempat?’ batinnya bingung. “Kenapa tidak sanggup membelinya? Kalau tidak sanggup tidak usah membeli kain itu.”“Huh aku suka kain ini,” ucap Tao La

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   306

    “Hei! Kenapa kau menabrakku?!” teriak seorang pria yang masih berusaha untuk bangun. “Anda buta? Bukankah anda yang menabrak saya? Bagaimana bisa seorang lelaki begitu sangat lemah?” ucap Lian Wei ketus saat melihat orang yang menabrak dirinya adalah mantan tunangannya. “Kau!” ucapnya terputus saat ia berdiri di depan Lian Wei dengan jari telunjuk yang menunjuk pada wajah cantik Lian Wei. “Apa kabar Pangeran Zhaoyang?” ucapnya pelan dengan smirk. “Lian Wei apa kau masih hidup?”“Pangeran Zhao apa anda terluka sampai menjadi bodoh? Putri Pertama sudah lama meninggal. Apa anda begitu merindukannya? Tidak takut istri anda cemburu?” ucap Lian Wei.“Apa aku berhalusinasi?” bisik Zhaoyang pelan.“Kurasa anda sebaiknya periksakan ke tabib, sepertinya anda sudah gila.”“Apa katamu Lian Wei?”“Kau gila. Oh ya, namaku Li Xinhua. Jangan salah panggil lagi.”“Kau dasar sampah! Beraninya kau berkata begitu padaku?!” teriak histeris Zhaoyang. Zhaoyang melayangkan tangannya untuk menampar wajah

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   305

    Keesokan paginya Mayleen bersiap ia mengemas beberapa pakaiannya. Setelah siap, ia segera pergi ke kediaman Selir Cui. “Salam ibu selir.”“Untuk apa kau kemari?” ketus Selir Cui."”Ibu selir dulu kau begitu akrab dengan ibuku, tapi sekarang ibuku sudah tiada. Aku merindukan sosok ibu di sampingku, jadi aku datang untuk menemui ibu selir.”“Anak nakal ini, kemari.”“Ibu lihat aku membawakan teh untukmu,” ucap Mayleen seraya menyerahkan daun teh yang di bawanya. Selir Cui mengambil daun teh kering itu dan mencium aromanya. ‘Ini sangat tidak asing, tapi dimana aku mencium aroma teh ini,’ batin Selir Cui.“Bagaimana ibu? Apakah aromanya enak?”“Iya ini enak, dari mana kau dapatkan teh ini?”“Aku membelinya di toko teh saat perjalanan pulang semalam,”“Baiklah mari kita seduh teh ini.”“Baiklah.”Mayleen mengambil daun teh tersebut dan meletakkan teh itu pada air panas di teko, setelah siap segera ia menuangkan teh tersebut. “Silakan ibu,” ucapnya lalu meminum teh tersebut dengan santa

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   5

    Bahkan ia saja mungkin tidak bisa menghentikan laju serangannya, namun gadis di depannya menghentikannya tepat waktu. Semua orang kembali tercengang dengan kejadian itu. Lian Wei menurunkan kakinya, segera Jingmi terjatuh lemas."Kau beruntung aku tidak menendang kepalamu, jika aku benar-benar menen

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   3

    Satu kata sudah dapat memprediksi secara keseluruhan. Tubuh ini lemah dan jelek, tentu saja itu karena racun. Ia harus mengeluarkan racun ini dalam tubuhnya. Ia mengambil cermin yang terbuat dari perunggu, ia terkejut betapa jeleknya dia saat ini."Ini pasti ulah para rubah itu, aku yakin jika tubuh

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   4

    Melihat kepergian dan keacuhan Lian Wei terhadap Xiuhuan, membuat hatinya merasa tidak tenang. Ia tidak seperti ini sebelumnya. Biasanya dia akan acuh terhadap adiknya itu, namun sekarang entah mengapa setiap melihat tatapan dingin di mata adiknya membuat hatinya sakit. Ia hanya mampu melihat keperg

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   2

    "Kau!"'Apa sampah ini mengingatnya?' batin Lien Hua itu takut.'Ah tidak, mereka tahunya aku hilang ingatan. Baiklah mari kita biarkan dia bersenang-senang dahulu,' batin Xinxin. Ia merasakan seseorang memeluknya dari samping.'Orang ini Li Jianying, orang yang selalu ada bagi pemilik tubuh ini dan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status