Share

145

Author: Naomiliana
last update publish date: 2026-06-05 21:44:44

Istana disibukan dengan persiapan pesta penyambutan Lian Wei. Aula utama istana tampak jauh lebih sibuk dari biasanya.

Para pelayan hilir mudik membawa gulungan sutra, vas bunga, dan nampan berisi camilan kering yang masih tertutup kain merah.

Di tengah keramaian itu, Kasim istana berdiri sambil mengawasi setiap sudut ruangan.

“Karpet itu diganti. Gunakan yang baru dari gudang timur,” perintahnya.

“Baik, tuan.”

Beberapa pelayan segera berlari menjalankan tugas mereka.

Di halaman depan, lentera
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   400

    Sore harinya, ketika Lian Wei kembali ke kediamannya, dia mendapati Wang Xuemin sedang menunggunya.Laki-laki itu duduk di dekat jendela sambil membaca sepucuk surat. Ekspresinya terlihat serius, berbeda dari biasanya."Wang Xuemin?"Wang Xuemin segera mengangkat wajah."Lian'er, kau sudah kembali.""Ada apa? Mengapa wajahmu seperti itu?"Dia meletakkan surat di atas meja, lalu memberi isyarat agar Lian Wei duduk di sampingnya."Aku baru saja menerima laporan dari wilayahku. Ada urusan mendesak yang harus segera aku tangani."Lian Wei memahami maksudnya."Kau harus kembali ke Wu?"Wang Xuemin mengangguk."Benar. Aku sebenarnya ingin tinggal lebih lama untuk membantumu mempersiapkan pembangunan. Namun, masalah ini tidak bisa diserahkan kepada orang lain begitu saja."Lian Wei terdiam sebentar, kemudian mengangguk."Kalau begitu, pulanglah. Jangan sampai urusan di wilayahmu terbengkalai hanya karena kau menemaniku."Wang Xuemin mengamati wajahnya."Kau tidak marah?""Untuk apa aku marah

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   399

    Kedatangan Lian Wei di Kekaisaran Song kali ini membawa tujuan yang berbeda. Dia tidak lagi datang dengan hati yang dipenuhi kekecewaan, melainkan dengan sebuah rencana besar yang ingin diwujudkannya.Membangun kekaisarannya sendiri bukan perkara mudah. Selain tanah yang luas, dia membutuhkan tenaga kerja, bahan bangunan, persediaan pangan, serta jalur distribusi yang memadai. Semua itu harus dipersiapkan dengan matang agar pembangunan tidak terhenti di tengah jalan.Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, Lian Wei segera menuju aula utama untuk menemui Kaisar Song, ayah angkatnya.Hong Tiong Wai yang kebetulan berada di sana langsung menoleh ketika melihat adiknya memasuki aula."Xinxin! Kau sudah kembali?"Lian Wei tersenyum tipis. "Kakak."Hong Tiong Wai menghampirinya, lalu memperhatikan wajahnya dengan saksama."Kudengar kau pergi mencari tanah selama dua hari. Bagaimana hasilnya? Apakah kau menemukan tempat yang sesuai?""Aku sudah menemukan beberapa wilayah yang menjanj

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   398

    "Aku tidak pernah berniat menjadi orang yang mengatur hidupmu."Lian Wei menatapnya beberapa saat, kemudian menarik napas panjang."Baiklah. Aku tidak jadi pergi untuk meninggalkan semuanya."Wang Xuemin menghembuskan nafas lega. Namun, sebelum dia sempat mengatakan apapun, Lian Wei melanjutkan dengan nada yang lebih tegas."Aku akan pergi untuk membangun kekaisaran ku sendiri."Senyum Wang Xuemin perlahan melebar."Kalau begitu, aku akan membantumu.""Tidak perlu. Aku bisa melakukannya sendiri.""Aku tahu kau bisa," Wang Xuemin menggenggam tangannya sedikit lebih erat."Tetapi, Lian'er, bisa melakukan sesuatu seorang diri bukan berarti kau harus selalu melakukannya seorang diri."Lian Wei terdiam, lalu mengalihkan wajah untuk menyembunyikan senyum kecil yang akhirnya muncul di bibirnya."Dasar menyebalkan.""Kalau begitu, biarkan orang menyebalkan ini menemanimu."Untuk pertama kalinya sejak mengetahui penyiksaan terhadap orang-orangnya, hati Lian Wei sedikit lebih tenang.Dia tidak

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   397

    Kereta kuda telah disiapkan di halaman kekaisaran, barang miliknya sudah masuk semua di kereta kuda. Para pengawal dan pelayan kepercayaan Lian Wei sibuk membawa barang-barang yang diperlukan, sementara Mingmei memastikan tidak ada seorangpun yang tertinggal.Lian Wei berdiri di depan pintu, mengenakan jubah putih sederhana. Wajahnya masih pucat karena baru saja sadar dari koma, tetapi sorot matanya menunjukkan keteguhan yang tidak bisa digoyahkan.Dia sudah mengambil keputusan. Mulai hari ini, dia tidak ingin lagi tinggal di tempat yang membuatnya terus-menerus kecewa."Tuan, semuanya sudah siap," lapor Mingmei pelan.Lian Wei mengangguk. Dia baru saja hendak melangkah menuju kudanya ketika sebuah suara terdengar dari belakangnya."Lian'er, tunggu!"Langkah Lian Wei terhenti. Dia mengenali suara itu bahkan tanpa harus menoleh.Wang Xuemin berlari menghampirinya. Nafasnya sedikit terengah, sementara wajahnya menunjukkan kecemasan yang jarang sekali terlihat. Begitu tiba di hadapan Lia

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   396

    “Dimana Kaisar Li?”“Tuan putri?” ucap pengawal itu terkejut.“Aku tak akan mengulanginya lagi.”Dua orang pengawal itu saling pandang sejenak, lalu yang satunya memberanikan diri menjawab pertanyaan Lian Wei.“Di dalam, putri.”Brak!Mereka melihat ke arah pintu, terlihat Lian Wei yang mendorong pintu dengan keras. Sifat lamanya seperti kembali lagi, ke saat ia baru terbangun di tubuhnya.Seorang pengawal langsung berlutut di lantai."Yang Mulia mohon maaf, kami tidak bisa mencegah tuan putri," ucap seorang prajurit yang ketakutan. "Pergilah," perintah Hong Li Song. "Ada apa Xin'er?""Kenapa kau menunjukkan wajah dingin itu lagi Lian'er?" ucap Li Jiazhen."Katakan," ucap Lian Wei tanpa basa basi. "Apa yang telah kau lakukan pada orang-orang ku?" lanjutnya."Ayah hanya mengajari hal kecil saja Lian'er."Tak lama semua orang sudah berkumpul di ruang singgasana. "Sejak kapan anak buahku dapat diatur oleh kalian?!" marahnya. “Seorang bawahan memang sepatutnya begitu,” ucap Li Jiazhe

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   395

    "Sejak kapan kau memanggilku tuan putri?!”Bruk…Segera Lixin berlutut didepan Lian Wei dan meminta ampun. Lian Wei berjongkok dan mencengkram wajah Lixin. "Katakan siapa saja yang menyentuh orangku atau kau akan menerima hukuman mati disini," ucapnya dingin. "Yang Mulia Kaisar Li," ucapnya takut. "Bagus, baik sekali kau ayah," ucapnya semakin dingin lalu pergi dari sana. "Ah... tuan! tuan!" pekik Lu Lixin mencoba mengejar Lian Wei namun saat tangannya meraih tangan Lian Wei segera di dorongnya menjauh. Lian Wei pergi menjauh dari sana dengan Lixin yang masih memanggil namanya walau sudah tersungkur. "Tuan," lirih Lu Lixin. Lu Lixin mencoba bangun dan mengejar Lian Wei meskipun sangat jauh tertinggal, tapi dia tetap berusaha mencegah Lian Wei mengamuk. “Bisa perang dunia lagi ini, aku harus menghentikan tuan,” ucap Lu Lixin dan mengejar Lian Wei.Beberapa pelayan langsung menyingkir dari jalan begitu melihat Lian Wei. Mereka takut dengan aura dingin yang keluar dari tubuh Lian

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   4

    Melihat kepergian dan keacuhan Lian Wei terhadap Xiuhuan, membuat hatinya merasa tidak tenang. Ia tidak seperti ini sebelumnya. Biasanya dia akan acuh terhadap adiknya itu, namun sekarang entah mengapa setiap melihat tatapan dingin di mata adiknya membuat hatinya sakit. Ia hanya mampu melihat keperg

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   2

    "Kau!"'Apa sampah ini mengingatnya?' batin Lien Hua itu takut.'Ah tidak, mereka tahunya aku hilang ingatan. Baiklah mari kita biarkan dia bersenang-senang dahulu,' batin Xinxin. Ia merasakan seseorang memeluknya dari samping.'Orang ini Li Jianying, orang yang selalu ada bagi pemilik tubuh ini dan

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   1

    Plak!Suara tamparan keras menggema di dalam ruangan.Kepala Li Lian Wei terhempas ke samping. Rasa panas menjalar di pipinya, disusul denyutan tajam di kepala.“Oh? Kukira kau sudah mati di danau itu.”Suara dingin penuh ejekan terdengar.Gadis yang berdiri angkuh itu adalah Li Lien Hua, putri kedu

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   5

    Bahkan ia saja mungkin tidak bisa menghentikan laju serangannya, namun gadis di depannya menghentikannya tepat waktu. Semua orang kembali tercengang dengan kejadian itu. Lian Wei menurunkan kakinya, segera Jingmi terjatuh lemas."Kau beruntung aku tidak menendang kepalamu, jika aku benar-benar menen

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status