แชร์

141

ผู้เขียน: Naomiliana
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-03 08:41:07

Setelahnya Xu Kai memberitahu ramuan apa yang harus dibuat oleh Lian Wei.

“Baiklah aku mengerti,”

“Kalau begitu aku tinggal dulu. Masih banyak dokumen yang harus ku kerjakan. Aku akan menemui nanti.”

“Baik pangeran,” Lian Wei tersenyum ramah terlihat matanya yang menyipit.

Blam…

Pintu tertutup.

Lian Wei kembali memasang wajah dingin dan datarnya.

“Kalau bukan demi uang, mana mungkin aku merendahkan diriku,” ucapnya kesal.

Namun Lian Wei tetap mengambil bahan-bahan dan membuat ramuan, me
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   398

    "Aku tidak pernah berniat menjadi orang yang mengatur hidupmu."Lian Wei menatapnya beberapa saat, kemudian menarik napas panjang."Baiklah. Aku tidak jadi pergi untuk meninggalkan semuanya."Wang Xuemin menghembuskan nafas lega. Namun, sebelum dia sempat mengatakan apapun, Lian Wei melanjutkan dengan nada yang lebih tegas."Aku akan pergi untuk membangun kekaisaran ku sendiri."Senyum Wang Xuemin perlahan melebar."Kalau begitu, aku akan membantumu.""Tidak perlu. Aku bisa melakukannya sendiri.""Aku tahu kau bisa," Wang Xuemin menggenggam tangannya sedikit lebih erat."Tetapi, Lian'er, bisa melakukan sesuatu seorang diri bukan berarti kau harus selalu melakukannya seorang diri."Lian Wei terdiam, lalu mengalihkan wajah untuk menyembunyikan senyum kecil yang akhirnya muncul di bibirnya."Dasar menyebalkan.""Kalau begitu, biarkan orang menyebalkan ini menemanimu."Untuk pertama kalinya sejak mengetahui penyiksaan terhadap orang-orangnya, hati Lian Wei sedikit lebih tenang.Dia tidak

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   397

    Kereta kuda telah disiapkan di halaman kekaisaran, barang miliknya sudah masuk semua di kereta kuda. Para pengawal dan pelayan kepercayaan Lian Wei sibuk membawa barang-barang yang diperlukan, sementara Mingmei memastikan tidak ada seorangpun yang tertinggal.Lian Wei berdiri di depan pintu, mengenakan jubah putih sederhana. Wajahnya masih pucat karena baru saja sadar dari koma, tetapi sorot matanya menunjukkan keteguhan yang tidak bisa digoyahkan.Dia sudah mengambil keputusan. Mulai hari ini, dia tidak ingin lagi tinggal di tempat yang membuatnya terus-menerus kecewa."Tuan, semuanya sudah siap," lapor Mingmei pelan.Lian Wei mengangguk. Dia baru saja hendak melangkah menuju kudanya ketika sebuah suara terdengar dari belakangnya."Lian'er, tunggu!"Langkah Lian Wei terhenti. Dia mengenali suara itu bahkan tanpa harus menoleh.Wang Xuemin berlari menghampirinya. Nafasnya sedikit terengah, sementara wajahnya menunjukkan kecemasan yang jarang sekali terlihat. Begitu tiba di hadapan Lia

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   396

    “Dimana Kaisar Li?”“Tuan putri?” ucap pengawal itu terkejut.“Aku tak akan mengulanginya lagi.”Dua orang pengawal itu saling pandang sejenak, lalu yang satunya memberanikan diri menjawab pertanyaan Lian Wei.“Di dalam, putri.”Brak!Mereka melihat ke arah pintu, terlihat Lian Wei yang mendorong pintu dengan keras. Sifat lamanya seperti kembali lagi, ke saat ia baru terbangun di tubuhnya.Seorang pengawal langsung berlutut di lantai."Yang Mulia mohon maaf, kami tidak bisa mencegah tuan putri," ucap seorang prajurit yang ketakutan. "Pergilah," perintah Hong Li Song. "Ada apa Xin'er?""Kenapa kau menunjukkan wajah dingin itu lagi Lian'er?" ucap Li Jiazhen."Katakan," ucap Lian Wei tanpa basa basi. "Apa yang telah kau lakukan pada orang-orang ku?" lanjutnya."Ayah hanya mengajari hal kecil saja Lian'er."Tak lama semua orang sudah berkumpul di ruang singgasana. "Sejak kapan anak buahku dapat diatur oleh kalian?!" marahnya. “Seorang bawahan memang sepatutnya begitu,” ucap Li Jiazhe

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   395

    "Sejak kapan kau memanggilku tuan putri?!”Bruk…Segera Lixin berlutut didepan Lian Wei dan meminta ampun. Lian Wei berjongkok dan mencengkram wajah Lixin. "Katakan siapa saja yang menyentuh orangku atau kau akan menerima hukuman mati disini," ucapnya dingin. "Yang Mulia Kaisar Li," ucapnya takut. "Bagus, baik sekali kau ayah," ucapnya semakin dingin lalu pergi dari sana. "Ah... tuan! tuan!" pekik Lu Lixin mencoba mengejar Lian Wei namun saat tangannya meraih tangan Lian Wei segera di dorongnya menjauh. Lian Wei pergi menjauh dari sana dengan Lixin yang masih memanggil namanya walau sudah tersungkur. "Tuan," lirih Lu Lixin. Lu Lixin mencoba bangun dan mengejar Lian Wei meskipun sangat jauh tertinggal, tapi dia tetap berusaha mencegah Lian Wei mengamuk. “Bisa perang dunia lagi ini, aku harus menghentikan tuan,” ucap Lu Lixin dan mengejar Lian Wei.Beberapa pelayan langsung menyingkir dari jalan begitu melihat Lian Wei. Mereka takut dengan aura dingin yang keluar dari tubuh Lian

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   394

    ‘Suara yang akrab dan hangat ini…’ batin Lian Wei. ‘Xuemin menungguku bangun,’ Lian Wei menyadari suara hangat Xuemin. Masih menutup mata, suara di sekitar masuk ke telinganya. Tetapi matanya tidak bisa bergerak. ‘Aku sangat merindukannya, aku ingin kembali. Bagaimana cara untuk kembali?’ batin Lian Wei. Perlahan Lian Wei yang asli dan Fang Yin menghilang. Bukan menghilang melainkan menyatu dalam dirinya, tidak ada lagi yang asli dan yang palsu. Hanya ada satu orang, Lian Wei yang dikenal semua orang. Tak lama cahaya putih yang bersinar terang menyelimuti Lian Wei atau kita kenal sebagai Xinxin. Kesadaran Lian Wei kembali ke tubuhnya. Kelopak matanya mulai mengedip, jemari lentiknya perlahan bergerak. Semua orang di sana sangat menantikan Lian Wei bangun sangat berharap Lian Wei menunjukkan hasil yang positif. Wang Xuemin masih setia menunggu Lian Wei bangun, disaat semua orang sudah terlelap hanya dia satu-satunya yang masih terjaga."Lian'er bangunlah."Lian Wei membuka kedua

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   393

    “Berhenti apa yang akan kau lakukan pada putriku?” cegah Li Jiazhen.“Jika Yang Mulia Kaisar tidak ingin melihat tuan meninggal, lebih baik anda diam saja. Serahkan tugas ini pada orang lebih berpengalaman.”Tegas.Hari ini entah mengapa sikap Lu Lixin begitu berbeda dari biasanya.Belum sempat Li Jiazhen menjawab sudah ditahan oleh Hong Li Song.“Biarkan dia mencoba, bagaimana dia di ajari oleh putri kita. Tidak mungkin akan salah, kau tidak ingat sehebat apa orang miliknya?”Mingmei masih mengulurkan tangannya dengan suntikan di tangannya. Lu Lixin menerimanya dengan ragu, namun ia teringat dengan perkataan Lian Wei. ‘Jika seseorang mengalami kejang saat kau sudah mengikuti semua prosedur ini, kau tidak boleh panik. Ambil pil penenang dan berikan padanya. Cek nadinya kembali, lalu cek kelopak matanya. Jika masih mengalami kejang. Ambil cairan nomor delapan dan suntikan pada lengannya.’‘Apa kau sudah mengerti Lu Lixin?’‘Sudah tuan, aku akan mengingatnya.’Ingatan itu seakan berput

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   5

    Bahkan ia saja mungkin tidak bisa menghentikan laju serangannya, namun gadis di depannya menghentikannya tepat waktu. Semua orang kembali tercengang dengan kejadian itu. Lian Wei menurunkan kakinya, segera Jingmi terjatuh lemas."Kau beruntung aku tidak menendang kepalamu, jika aku benar-benar menen

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   3

    Satu kata sudah dapat memprediksi secara keseluruhan. Tubuh ini lemah dan jelek, tentu saja itu karena racun. Ia harus mengeluarkan racun ini dalam tubuhnya. Ia mengambil cermin yang terbuat dari perunggu, ia terkejut betapa jeleknya dia saat ini."Ini pasti ulah para rubah itu, aku yakin jika tubuh

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   4

    Melihat kepergian dan keacuhan Lian Wei terhadap Xiuhuan, membuat hatinya merasa tidak tenang. Ia tidak seperti ini sebelumnya. Biasanya dia akan acuh terhadap adiknya itu, namun sekarang entah mengapa setiap melihat tatapan dingin di mata adiknya membuat hatinya sakit. Ia hanya mampu melihat keperg

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   1

    Plak!Suara tamparan keras menggema di dalam ruangan.Kepala Li Lian Wei terhempas ke samping. Rasa panas menjalar di pipinya, disusul denyutan tajam di kepala.“Oh? Kukira kau sudah mati di danau itu.”Suara dingin penuh ejekan terdengar.Gadis yang berdiri angkuh itu adalah Li Lien Hua, putri kedu

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status