Bibir Evalia melengkung ke atas tanpa sadar. "Itu terdengar seperti cemburu," godanya lembut.Evalia mengenal Aleksander terlalu baik. Pria itu tidak pernah benar-benar mempercayai Jonathan sejak hari dia mengetahui betapa dekatnya Jonathan dengan Evalia selama masa kerjanya di Wijaya Group. Aleksander mungkin akan menyangkalnya tanpa henti, tetapi naluri Evalia mengatakan hal yang berbeda."Kedengarannya memang begitu," aku Aleksander dengan helaan napas pelan. Di balik ketegangan yang masih tersisa, sebersit rasa geli muncul di antara mereka, melembutkan suasana di ruangan itu.Kemudian Eva melanjutkan, suaranya perlahan tenggelam dalam kenangan. "Malam itu, aku masih mengingat ballroom tersebut," katanya pelan. "Kerumunan orang, musik, pidato yang nggak ada habi
اقرأ المزيد