Gemuruh gejolak yang membakar papan bursa efek Jakarta pada sesi pertama fajar tadi segera merembet laksana api liar menuju kawasan distrik bisnis terpadu di Jakarta Selatan. Di dalam sebuah firma hukum premium yang bertengger di salah satu menara pencakar langit Sudirman, Nuri Vega duduk dengan keanggunan sejati di atas kursi kulit pualamnya. Setelan pakaian desainer kelas atas membungkus tubuh seksinya yang tetap terawat sempurna dengan potongan kaku, memancarkan aura dominasi seorang wanita sosialita yang tidak pernah terbiasa kehilangan kendali atas aset korporasi yang diincarnya.Di hadapannya, beberapa berkas audit kliring sekunder tergelar acak di atas meja kaca hitam, menampilkan kehancuran nilai saham Adam Group yang sempat terkena suspensi otomatis. Nuri menarik napas dalam-dalam, membiarkan aroma parfum mewahnya membelah kepengapan ruang rapat, sementara jemari lentiknya yang dihiasi cincin berlian mengetuk permukaan meja dengan ritme yang luar biasa konstan."Viko benar
Leer más