Langkah kaki tegap Viko bergema di sepanjang lantai marmer pualam menuju lantai teratas The Grand Horizon Hote, sebuah griya tawang privat yang telah disulap menjadi markas taktis sementaranya di luar barikade Rutan Jakarta Pusat. Di belakangnya, tiga orang kuasa hukum privat berjalan dengan gerakan yang luar biasa kaku, membawa koper diplomatik berisi sertifikat obligasi fisik dan dokumen kliring sekunder yang baru saja mereka amankan dari otoritas bursa domestik pagi tadi.Viko mendorong pintu kayu jati ganda ruangan tersebut, membiarkan tubuh bidang maskulinnya disambut oleh benderangnya lampu halogen dan deretan monitor komputer yang menampilkan grafik lilin bursa efek Jakarta secara real-time. Di tengah ruangan, dua orang analis keuangan mandiri faksi Sudirman langsung berdiri tegak, menunduk kaku penuh rasa hormat tertinggi kepada pria berusia tiga puluh satu tahun yang baru saja menumbangkan takhta eksekutif Stevani Adam dari balik dinginnya blok karantina bawah tanah."Lapor
Leer más