Shuyu pulang ke rumahnya seperti biasa saat menjelang sore. Ia dan Bibi Wen kebetulan berpapasan di depan pagar bambu.“Akhirnya kau pulang juga,” sapa Bibi Wen sekadar basa-basi, meski di matanya ada sedikit keheranan. Baru saja ia menerima surat darinya yang sengaja diselundupkan dalam keranjang. Namun, ia tak menyangka orangnya akan langsung pulang.Ekor mata Shuyu daritadi telah melirik ke kanan dan kiri, mencari sesuatu dari belakang Bibi Wen. Ia pun langsung berjalan masuk ke dalam rumah dengan cepat dan tergesa. Ia mengedarkan pandangan ke seluruh isi rumah yang hanya terdiri dari kamar dan dapur. Di dalam hati, ia merasa lega. Surat itu ternyata sudah tersampaikan tepat waktu. Mereka sudah lari meninggalkan tempat ini lebih dahulu.Akan tetapi, rasa was-was tidak berhenti sampai disitu. Ia kemudian teringat kalau ada dua pengawal dari Jin Guang yang mengikutinya diam-diam dari belakang.Salah satu dari mereka keluar dari persembunyian, entah darimana, mendekati Shuyu dengan
Read More