Untuk sepersekian detik, mereka saling beradu pandang. Tatapan itu seolah menusuk sampai ke jantungnya. "deg deg deg!" Sekali lagi, Kenneth merasakan jantungnya berdetak kencang bahkan lebih kencang dari sebelumnya. Netra cantik itu tak hanya menusuk tapi membuat tubuhnya bergetar. Hebatnya, meskipun jantungnya tidak baik-baik saja. Sesuatu luar biasa yang sulit dimengerti Kenneth. Perasaan aneh mengusik hatinya, ketertarikan yang tiba-tiba saja mengusiknya. Perasaan yang tidak seharusnya, mengingat Valery gadis yang dicintai saudaranya dan poisisnya saat ini hanyalah suami, pengganti. Kenneth tahu, Valery sangat mencintai Samuel. Sepanjang berada di rumah duka, dia memperhatikan sikap Valery yang terlihat sangat kehilangan. Valery bahkan melupakannya hingga Samuel dikebumikan. Bahkan tidak menghampirinya saat Diana mengusirnya. Jangankan membelanya, menoleh pun tidak. "Apa kau sudah selesai?" sebuah tanya terlontar manis dari mulutnya membangunkan lamuannya. Tanpa menguba
Read more