Home / All / TURUN RANJANG / TURUN RANJANG 7

Share

TURUN RANJANG 7

Author: Lysta
last update publish date: 2026-04-13 23:33:09
Valery berlari ke arah taman area samping mansion. Dia berhenti tepat di depan rumpun bunga mawar yang baru kuncup.

Valery masih teringat saat pertama kalinya Samuel membawanya ke mansion, diulang tahunnya 3 bulan yang lalu. Kejutan ulang tahunnya yang ke-23 tahun sekaligus lamaran.

Kedua kaki Valery mendarat di aspal jalan depan teras mansion dengan kedua mata tertutup kain. Samuel menutupnya dengan kain hitam itu sebelum mobil yang mereka tumpangi melaju menuju mension dari rumahnya.

Ja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TURUN RANJANG   TURUN RANJANG 7

    Valery berlari ke arah taman area samping mansion. Dia berhenti tepat di depan rumpun bunga mawar yang baru kuncup. Valery masih teringat saat pertama kalinya Samuel membawanya ke mansion, diulang tahunnya 3 bulan yang lalu. Kejutan ulang tahunnya yang ke-23 tahun sekaligus lamaran. Kedua kaki Valery mendarat di aspal jalan depan teras mansion dengan kedua mata tertutup kain. Samuel menutupnya dengan kain hitam itu sebelum mobil yang mereka tumpangi melaju menuju mension dari rumahnya. Jangan tanya bagaimana debaran jantung yang Valery rasakan, berdetak sangat kencang. Setiap ulang tahun Samuel selalu memberinya kejutan yang luar biasa. Tapi, kali ini lebih mengejutkan. "Apa aku boleh membukanya?" tanya Valery dengan jantung berdetak kencang. Tangannya memegang tali yang terikat di belakang kepalanya. Tangan Samuel mendarat di kedua bahunya. Kemudian berbisik, "belum saatnya, baby." Samuel berada tepat di belakangnya. Jantun Valery semakin tidak aman. Kala dada Samuel menemp

  • TURUN RANJANG   TURUN RANJANG 6

    Kenneth melangkah cepat ke ruang tamu dia melihat punggung Valery yang lenyap dari balik pintu utama mansion. Valery berjalan setengah berlari, dia bahkan mengabaikan panggilan Kenneth. Kenneth harus menjelaskan kesalahpahamannya mengenai yang dilihatnya tadi. James mengikutinya dari belakang. Dia tak hanya berperan sebagai sekretarisnya tapi juga timnya yang mengkonfirmasi hubungan mereka hanya sebatas atasan dan sekretarisnya. Prasangka buruk yang selalu melekat mengenai kedekatan mereka baik saat James bertugas di perusahaan Kenneth di Amerika. Kenneth yang memiliki tempramental dingin dan tegas dalam memimpin perusahaannya. Jarang, tepatnya tidak pernah dirumorkan memiliki hubungan dengan lawan jenisnya. Ditambah lagi tidak mempekerjakan sekretaris wanita. Bahkan hanya James saja yang menjadi sekretarisnya. Bukan tanpa alasan James bertahan menjadi sekretarisnya. Jika mengikuti egonya James ingin sekali mengundurkan diri. James sering dibuat dongkol dan tertekan. Saat mo

  • TURUN RANJANG   TURUN RANJANG 5

    Untuk sepersekian detik, mereka saling beradu pandang. Tatapan itu seolah menusuk sampai ke jantungnya. "deg deg deg!" Sekali lagi, Kenneth merasakan jantungnya berdetak kencang bahkan lebih kencang dari sebelumnya. Netra cantik itu tak hanya menusuk tapi membuat tubuhnya bergetar. Hebatnya, meskipun jantungnya tidak baik-baik saja. Sesuatu luar biasa yang sulit dimengerti Kenneth. Perasaan aneh mengusik hatinya, ketertarikan yang tiba-tiba saja mengusiknya. Perasaan yang tidak seharusnya, mengingat Valery gadis yang dicintai saudaranya dan poisisnya saat ini hanyalah suami, pengganti. Kenneth tahu, Valery sangat mencintai Samuel. Sepanjang berada di rumah duka, dia memperhatikan sikap Valery yang terlihat sangat kehilangan. Valery bahkan melupakannya hingga Samuel dikebumikan. Bahkan tidak menghampirinya saat Diana mengusirnya. Jangankan membelanya, menoleh pun tidak. "Apa kau sudah selesai?" sebuah tanya terlontar manis dari mulutnya membangunkan lamuannya. Tanpa menguba

  • TURUN RANJANG   TURUN RANJANG 4

    Kenneth berjalan mondar-mandir di depan ranjang, sesekali menatap pintu ruang walk in closed yang di masuki Valery. Kenneth sedikit terusik dengan prasangka Valery yang menganggapnya pria penyuka sesama jenis. Sungguh, sebagai pria sejati dia tidak menerimanya. Tapi, bagaimana caranya meralat ucapannya tadi "tenang saja aku tidak suka disentuh wanita." Tidak salah juga Valery salah faham, siapapun akan menganggapnya seperti yang dipikirkan Valery. "Hais! kenapa lagi aku malah berbicara seperti itu pada Valery?" ucapnya sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Kenneth tidak memiliki kepercayaan diri untuk terbuka mengenai trauma yang dideritanya pada orang asing. Baginya Syndrome Haphephobia yang dianggapnya penyakit terberat tidak mudah dibagikan pada orang lain. "Hais, kenapa lagi aku malah mengatakan itu?" gerutunya. Tatapan tajamnya tertuju ke arah Valery yang keluar dari ruang walk in closed. Matanya tidak mampu berkedip, Valery mengenakan baju tidur tipis terbuat da

  • TURUN RANJANG   TURUN RANJANG 3

    Valery duduk membeku di kursi belakang, dia tidak pulang bersama kedua orang tuanya. Supir yang membawa Kenneth menjemputnya. Kenneth meminta Valery pulang ke mansion yang seharusnya Samuel dan Valery tempati setelah menikah. Valery sedikit dongkol dengan keputusan Kenneth. Bisa-bisanya Kenneth masuk tanpa ijin ke mansion mereka. "Sungguh tidak tahu malu!" gerutunya sambil mendengus kesal. Beribu kalimat makian sudah berbaris di kepalanya yang akan meledak saat berhadapan dengan Kenneth. "Pantas saja Mami Diana memakinya agar tidak bermimpi bisa mengambil semua yang dimiliki Samuel. Ternyata kau memang berniat melakukannya, bermula dengan menikahi ku. Jangan pernah bermimpi kau akan mendapatkan hatiku meskipun menikahi ku! Kenneth, dasar pria menyebalkan!" gerutunya berakhir umpat. Mobil pun sampai di mansion, Valery langsung turun kemudian berjalan cepat memasuki mansion. Catherine Wilson, kepala pelayannya langsung menghampiri Valery. "Di mana dia?" tanya Valery sambil

  • TURUN RANJANG   TURUN RANJANG 2

    "Ikrar pernikahan terlontar dari mulut kami. Sang penghulu mengesahkan bahwa kami sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Tepukan tangan terdengar bergemuruh dari para tamu undangan. Tapi, bukannya senyum bahagia yang terlukis di bibirku. Melainkan isak tangis yang tertahan dengan rasa sesak dalam rongga dadaku. Butiran-butiran air mata tak berhenti melintasi kedua pipiku. Menangisi takdir yang Tuhan berikan, menikah dengan pria lain. Pria asing yang saat ini berdiri angkuh di sampingku. Seharusnya bukan dia yang menjadi suamiku. Sungguh kepalaku terasa meledak saat memikirkannya." Setelah akad pernikahan selesai, Valery tidak membuka veil yang menutupi seluruh wajahnya. Meskipun para tamu undangan mengucapkan selamat dan penasaran ingin melihat paras cantik pengantin wanitanya. Valery tidak mengetahui kehebohan para tamu saat pengantin pria muncul. Mereka mengetahui Samuel yang akan menjadi suaminya. Tapi, malah pria lain. Meskipun begitu tidak ada seorang pun yang mempertanyak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status