Home / Romansa Dewasa / TURUN RANJANG / TURUN RANJANG 1

Share

TURUN RANJANG
TURUN RANJANG
Author: Lysta

TURUN RANJANG 1

Author: Lysta
last update publish date: 2026-04-06 13:11:16

"Takdir, sungguh aku tidak memiliki kuasa mengalahkannya. Betapa menyakitkan tapi harus ku telan meskipun pahit."

Valery berjalan lemah menuju ke hadapan seorang pria yang baru saja bertemu dengannya. Pria yang seharusnya menjadi saksi pernikahannya dengan kekasihnya. Pria yang seharusnya bertepuk tangan setelah Samuel dan dirinya mengucapkan ikrar pernikahan.

Kenneth Liam, pria tampan yang memiliki wajah serupa dengan kekasihnya menatapnya dingin. Pria itu tak jauh berbeda dengan Valery, terpaksa harus berdiri di depan penghulu dan para tamu undangan sebagai pasangan pengantin.

Satu jam sebelumnya,

Di salah satu hotel bintang lima, diselenggarakan pesta pernikahan putri satu-satunya pengusaha kaya Johan Albert, pemilik perusahan "Zoraya Albert" yang bergerak di bidang fashion berupa sepatu dengan merk ternama "Zora". Gadis itu bernama Valerie Albert.

Calon pengantin pria pun seorang pengusaha muda bernama Samuel Liam, penerus perusahaan "Benicnus Zero Style" yang bergerak di bidang fashion berupa tas dan pakaian dengen merk ternama "Zero Style".

Mereka sudah berpacaran selama 5 tahun. Pertemuan mereka berawal saat Valery kuliah, tepatnya saat Valery magang di perusahaan Samuel. Benih cinta bersemi karena selalu dipertemukan dalam satu lift.

Samuel yang tidak mengetahui Valery putri salah satu pengusaha sukses seniornya melakukan PDKT hingga mereka menjalin hubungan.

Hingga kini, usia mereka yang terpaut 6 tahun, Valery berusia 23 tahun dan Samuel 29 tahun.

Samuel memutuskan mengakhiri masa lajangnya karena sangat mencintai Valery. Mereka bahkan sudah membangun mansion untuk tempat tinggal setelah menikah.

Kita kembali ke Valery yang tersenyum cantik dengan gaun pengantinnya. Dalam benaknya terbayang yang akan dia lalui bersama Samuel. Setelah mereka menikah.

Valery membayangkan perjalanan bulan madu mereka ke negeri kanguru. Kebetulan di sana sedang musim salju. Valery juga membayangkan malam pertama mereka yang panas dan bergairah.

Selama 5 tahun berpacaran, Samuel tidak pernah mengajaknya berhubungan intim. Dia sangat menjaga kesuciannya, Samuel sering mengatakan kebahagiaan terindahnya menghabiskan malam pertamanya melepaskan keperjakaannya dengan gadis yang dia sunting. Gadis yang dicintainya yakni Valery.

Valery membayangkan ciumannya yang lembut, sentuhannya yang membuat tubuhnya merinding hingga memanas, bisikannya yang selalu menyesatkan. Sungguh, Samuel pria sempurna tak hanya parasnya tapi juga kepribadiannya.

Dalam hubungan ini jelas Valery gadis paling beruntung di dunia ini.

"Apa yang barusan aku pikirkan? dasar gadis mesum!" gerutunya sambil menutup mulutnya dengan wajah memerah.

Valery menatap jam dinding, waktu menunjukan pukul 7.30 menit. Jadwal pernikahan akan dimulai dari jam 08.00. Valery duduk sendirian di ruangan khusus pengantin wanita menunggu ayahnya menjemputnya. Setelah pengantin pria datang. Pintu terbuka dengan keras Valery menatap Johan dan Zoraya, ayah dan ibunya.

"Ada apa mami?" tanya Valery sambil menatap wajah keduanya.

Raut wajah mereka yang seharusnya ceria penuh bahagia memudar dengan mata yang memerah dan sedih. Valery mengendus sesuatu yang buruk terjadi, tapi dia berusaha keras menepis prasangkanya.

"Sayang," panggil Zoraya kemudian menatap suaminya sambil memberinya isyarat mata.

Valery pun berdiri, dia semakin curiga dengan sikap kedua orang tuanya itu. Valery bukan gadis kecil yang tidak memahami situasi.

"Ada apa mami? apa terjadi sesuatu pada Samuel?" tanyanya.

Johan tidak menjawabnya malah menundukkan kepalanya, dia sedang mengumpulkan keberanian untuk mengatakan sesuatu yang akan mengguncang putri kesayangannya.

"Katakan ada apa papi!"

"Samuel..." ucap Johan tanpa bisa meneruskannya.

"Samuel kenapa papi? apa terjadi sesuatu saat dia menuju ke sini?" balas Valery dengan wajah cemas. Sikap ayahnya semakin memperjelas prasangka buruknya.

"Benar, terjadi sesuatu pada Samuel," balas Johan. "Samuel mengelami serangan jantung saat menuju ke sini dan..."

"Dan apa papi? apa pernikahan kami dibatalkan? bagiku tidak masalah asalkan Samuel sembuh. Kami bisa merencanakan lagi acara pernikahan..." balas Valery.

"Sayangnya pernikahan kalian tidak akan pernah terwujud," balas Johan membuat kening Valery berkerut.

"Aku tidak mengerti. Kenapa papi berbicara seperti itu?" tanyanya.

"Samuel sudah meninggalkan kita dari dunia ini, sayang. Saat ini Samuel disemayamkan di rumah duka. Setelah kalian menikah kita akan menghadiri pemakamannya yang akan dilaksanakan nanti siang," ucap Johan sambil menatap putrinya dengan wajah sedih.

"jleger!"

Valery merasa tubuhnya tersambar petir, tubuhnya oleng bahkan nyaris jatuh jika ibunya tidak sigap memeluknya. Zoraya membantunya duduk.

"Tidak mungkin, apa papi dan mami sedang melakukan prang? sungguh ini tidak lucu," ucap Valery sambil tertawa kecil, tawa yang dipaksakan.

"Sebelum berangkat ke sini Samuel meminta pada ibunya memberikan surat ini," ucap Zoraya sambil memberikan sepucuk surat. "Nyonya Diana mengira Samuel mengirim surat sebagai sikap romantisnya padamu. Tapi ternyata..."

Valery langsung membuka surat tersebut.

Valery sayang,

Jika saat ini kamu sedang membaca surat dariku, aku sudah tidak lagi berpijak di bumi yang sama denganmu.

Maafkan aku karena tidak bisa mewujudkan impian kita. Aku kira penyakit yang selama ini ku derita memberiku waktu lebih lama lagi bersamamu. Tapi, kenyataanya lain. Maafkan aku karena tidak menepati janjiku menikahimu dan hidup bersama seperti yang kita impikan.

Valery sayangku,

Aku ingin kau menikah dengan pria yang bisa membahagiakanmu, melindungimu dan menjagamu dengan baik. Maka dari itu penuhi permintaan terakhirku! menikahlah dengan adikku "Kenneth Liam"!

Kenneth adikku satu-satunya yang memilih menetap di Amerika. Tapi, aku memintanya datang dan saat surat ini di tanganmu, Kenneth pun mendapatkan surat dariku.

Valery sayangku,

Aku mencintai mu, sungguh. Maafkan aku karena tidak bisa mewujudkan impianmu menikah denganku!

Aku harap kau bahagia bersama Kenneth, aku mohon wujudkan permintaan terakhirku.

Selamat tinggal sayang, aku sangat mencintai mu.

Samuel Liam.

"Huaaaaaa! katakan padaku mami, papi! ini bohong kan?" ucapnya sambil menangis.

Valery menatap kedua orang tuanya penuh harap, berharap mereka bersandiwara.

"Sayangnya ini kenyataan pahit yang harus kamu terima," jawab Johan.

Tak terasa air matanya mengalir di kedua pipinya meyakinkan Valery jika berita duka di hari yang seharusnya bahagia benar.

Zoraya pun memeluk Valery yang menangis keras. Dia sudah tidak peduli lagi make upnya berantakan.

"Samuel! aku mohon, jangan bercanda seperti ini!" ucapnya di sela tangisannya. "Bawa aku padanya! aku ingin bertemu dengannya papi, aku mohon!" pinta Valery sambil menangis.

"Kamu harus menikah dengan Kenneth seperti yang diwasiatkan Samuel!" ucap Johan.

"Tapi, aku tidak mengenalnya, bertemu pun belum pernah. Samuel tidak pernah memberitahu ku memiliki adik. Bagaimana bisa aku menikah dengannya?" tolak Valery.

"Papi tahu, menikah dengan adik Samuel keputusan yang sulit untukmu sayang. Tapi, apa kamu tidak memikirkan betapa malunya papi dan mami jika kamu batal menikah," ucap ibunya.

"Aku batal menikah karena calon suamiku meninggal," bantah balik Valery. "Pembatalan pernikahan kami bukan sebuah aib," terangnya.

"Aaaa!" keluh Johan sambil memegang dada kirinya dengan tubuh sempoyongan.

"Papi!" teriak Zoraya dan Valery bersamaan sambil meraih tubuh Johan hingga mendudukannya.

"Beritahu Raya agar memberi pengumuman mengenai pembatalan pernikahan putri kita!" ucap Johan.

"Tidak perlu! aku akan menikah dengannya," jawab Valery.

"Tapi, sayang?"

"Tolong! jangan tinggalkan aku seperti Samuel!" pinta Valery sambil terisak.

Itulah alasannya Valery berdiri menghadap pria yang bernama Kenneth Liam.

Valery menutup wajahnya dengan kain putih tipis karena riasannya berantakan bahkan pipinya masih basah oleh air mata yang tak berhenti berjatuhan.

"Entah apa alasannya bersedia menikahiku? Samuel, kenapa harus seperti ini?"

Valery menundukkan kepalanya dengan air mata yang lagi-lagi menetas di kedua pipinya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • TURUN RANJANG   TURUN RANJANG 5

    Untuk sepersekian detik, mereka saling beradu pandang. Tatapan itu seolah menusuk sampai ke jantungnya. "deg deg deg!" Sekali lagi, Kenneth merasakan jantungnya berdetak kencang bahkan lebih kencang dari sebelumnya. Netra cantik itu tak hanya menusuk tapi membuat tubuhnya bergetar. Hebatnya, meskipun jantungnya tidak baik-baik saja. Sesuatu luar biasa yang sulit dimengerti Kenneth dirasakan.Perasaan aneh mengusik hatinya, sebuah ketertarikan yang tidak tiba-tiba saja mengusiknya. Perasaan yang tidak seharusnya, mengingat Valery gadis yang dicintai saudaranya."Apa kau sudah selesai?" sebuah tanya terlontar manis dari mulutnya. Tanpa mengubah posisinya, terkesan santai. "deg!" Kenneth langsung bersikap salah tingkah karena merasa tercyduk sedang memperhatikan Valery yang tertidur. Kenneth dengan cepat berdiri karena rasa malu yang luar biasa. Ditambah lagi Valery malah menatapnya seolah mengintimidasinya.."Jangan salah faham! a-aku tidak bermaksud..." ucapnya terkesan canggung..

  • TURUN RANJANG   TURUN RANJANG 4

    Kenneth berjalan mondar-mandir di depan ranjang, sesekali menatap pintu ruang walk in closed yang di masuki Valery. Kenneth sedikit terusik dengan prasangka Valery yang menganggapnya pria penyuka sesama jenis. Sungguh, sebagai pria sejati dia tidak menerimanya. Tapi, bagaimana caranya meralat ucapannya tadi "tenang saja aku tidak suka disentuh wanita." Tidak salah juga Valery salah faham, siapapun akan menganggapnya seperti yang dipikirkan Valery. "Hais! kenapa lagi aku malah berbicara seperti itu pada Valery?" ucapnya sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Kenneth tidak memiliki kepercayaan diri untuk terbuka mengenai trauma yang dideritanya pada orang asing. Baginya Syndrome Haphephobia yang dianggapnya penyakit terberat tidak mudah dibagikan pada orang lain. "Hais, kenapa lagi aku malah mengatakan itu?" gerutunya. Tatapan tajamnya tertuju ke arah Valery yang keluar dari ruang walk in closed. Matanya tidak mampu berkedip, Valery mengenakan baju tidur tipis terbuat da

  • TURUN RANJANG   TURUN RANJANG 3

    Valery duduk membeku di kursi belakang, dia tidak pulang bersama kedua orang tuanya. Supir yang membawa Kenneth menjemputnya. Kenneth meminta Valery pulang ke mansion yang seharusnya Samuel dan Valery tempati setelah menikah. Valery sedikit dongkol dengan keputusan Kenneth. Bisa-bisanya Kenneth masuk tanpa ijin ke mansion mereka. "Sungguh tidak tahu malu!" gerutunya sambil mendengus kesal. Beribu kalimat makian sudah berbaris di kepalanya yang akan meledak saat berhadapan dengan Kenneth. "Pantas saja Mami Diana memakinya agar tidak bermimpi bisa mengambil semua yang dimiliki Samuel. Ternyata kau memang berniat melakukannya, bermula dengan menikahi ku. Jangan pernah bermimpi kau akan mendapatkan hatiku meskipun menikahi ku! Kenneth, dasar pria menyebalkan!" gerutunya berakhir umpat. Mobil pun sampai di mansion, Valery langsung turun kemudian berjalan cepat memasuki mansion. Catherine Wilson, kepala pelayannya langsung menghampiri Valery. "Di mana dia?" tanya Valery sambil

  • TURUN RANJANG   TURUN RANJANG 2

    "Ikrar pernikahan terlontar dari mulut kami. Sang penghulu mengesahkan bahwa kami sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Tepukan tangan terdengar bergemuruh dari para tamu undangan. Tapi, bukannya senyum bahagia yang terlukis di bibirku. Melainkan isak tangis yang tertahan dengan rasa sesak dalam rongga dadaku. Butiran-butiran air mata tak berhenti melintasi kedua pipiku. Menangisi takdir yang Tuhan berikan, menikah dengan pria lain. Pria asing yang saat ini berdiri angkuh di sampingku. Seharusnya bukan dia yang menjadi suamiku. Sungguh kepalaku terasa meledak saat memikirkannya." Setelah akad pernikahan selesai, Valery tidak membuka veil yang menutupi seluruh wajahnya. Meskipun para tamu undangan mengucapkan selamat dan penasaran ingin melihat paras cantik pengantin wanitanya. Valery tidak mengetahui kehebohan para tamu saat pengantin pria muncul. Mereka mengetahui Samuel yang akan menjadi suaminya. Tapi, malah pria lain. Meskipun begitu tidak ada seorang pun yang mempertanyak

  • TURUN RANJANG   TURUN RANJANG 1

    "Takdir, sungguh aku tidak memiliki kuasa mengalahkannya. Betapa menyakitkan tapi harus ku telan meskipun pahit." Valery berjalan lemah menuju ke hadapan seorang pria yang baru saja bertemu dengannya. Pria yang seharusnya menjadi saksi pernikahannya dengan kekasihnya. Pria yang seharusnya bertepuk tangan setelah Samuel dan dirinya mengucapkan ikrar pernikahan. Kenneth Liam, pria tampan yang memiliki wajah serupa dengan kekasihnya menatapnya dingin. Pria itu tak jauh berbeda dengan Valery, terpaksa harus berdiri di depan penghulu dan para tamu undangan sebagai pasangan pengantin. Satu jam sebelumnya, Di salah satu hotel bintang lima, diselenggarakan pesta pernikahan putri satu-satunya pengusaha kaya Johan Albert, pemilik perusahan "Zoraya Albert" yang bergerak di bidang fashion berupa sepatu dengan merk ternama "Zora". Gadis itu bernama Valerie Albert. Calon pengantin pria pun seorang pengusaha muda bernama Samuel Liam, penerus perusahaan "Benicnus Zero Style" yang bergera

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status