Home / Romansa Dewasa / TURUN RANJANG / TURUN RANJANG 3

Share

TURUN RANJANG 3

Author: Lysta
last update publish date: 2026-04-06 13:13:01

Valery duduk membeku di kursi belakang, dia tidak pulang bersama kedua orang tuanya. Supir yang membawa Kenneth menjemputnya. Kenneth meminta Valery pulang ke mansion yang seharusnya Samuel dan Valery tempati setelah menikah.

Valery sedikit dongkol dengan keputusan Kenneth. Bisa-bisanya Kenneth masuk tanpa ijin ke mansion mereka.

"Sungguh tidak tahu malu!" gerutunya sambil mendengus kesal. Beribu kalimat makian sudah berbaris di kepalanya yang akan meledak saat berhadapan dengan Kenneth.

"Pantas saja Mami Diana memakinya agar tidak bermimpi bisa mengambil semua yang dimiliki Samuel. Ternyata kau memang berniat melakukannya, bermula dengan menikahi ku. Jangan pernah bermimpi kau akan mendapatkan hatiku meskipun menikahi ku! Kenneth, dasar pria menyebalkan!" gerutunya berakhir umpat.

Mobil pun sampai di mansion, Valery langsung turun kemudian berjalan cepat memasuki mansion. Catherine Wilson, kepala pelayannya langsung menghampiri Valery.

"Di mana dia?" tanya Valery sambil memasang raut wajah emosi.

"Tuan Kenneth, ada di kamar..." jawab Catherine.

"Jangan bilang dia berada di kamar kami?" potong Valery sambil berjalan cepat menaiki anak tangga.

Catherine tidak mencegahnya karena di luar kapasitasnya. Baik Valery maupun Kenneth keduanya Tuan di mansion itu.

Perlu diketahui, Samuel sudah memberitahu Catherine. Jika hal buruk terjadi padanya, Catherine harus menghormati Kenneth yang akan menjadi Tuan-nya menggantikannya.

Catherine tidak menyangka jika hal buruk itu terjadi seminggu setelah Samuel membicarakan perihal itu dengannya. Catherine mengira Samuel hanya sebatas khawatir karena rasa sayangnya pada Valery.

Samuel tidak mempercayai pria lain menjaga Valery jika dia tidak bisa menjaganya. Dia hanya mempercayai adiknya.

Kembali ke Valery yang berjalan cepat ke kamar utama. Kamar yang seharusnya menjadi tempat malam pengantinnya bersama Samuel.

Wajahnya memerah karena marah.

Baginya, Kenneth masuk ke area mansion saja sudah dianggapnya tidak memiliki sopan santun karena tidak meminta ijin dulu padanya. Apalagi masuk ke dalam kamar yang diharamkan bagi orang luar memasukinya, kecuali pelayan yang ditugaskan membersihkan kamar itu.

"brak!"

Valery mendorong pintu dengan keras, Hingga terbuka lebar.

"Siapa yang mengijinkanmu tidur di sini?" teriak Valery sambil berjalan cepat penuh emosi menghadap Kenneth yang terbaring di kasur.

Valery melihat kelopak-kelopak mawar merah berserakan di lantai. 2 handuk yang dibentuk angsa pun tergeletak tak berdaya di lantai.

Perlu diketahui, kamar itu sengaja dihias bernuansa serba merah muda. Terlihat beberapa lilin beraroma terapy di taruh di beberapa pojok, kelopak-kelopak bunga mawar yang bisa dibayangkan berbetuk love di atas kasur dan 2 handuk kecil yang dibentuk angsa dengan paruh merapat hingga bagian tengah membentuk love.

Tapi, pemandangan itu raib karena di rusak Kenneth. Sungguh, Valery sangat kesal. Dia tidak akan sekesal itu jika Kenneth masuk ke kamar lain. Jika Kenneth tidak menyentuh barang-barang di kamarnya bersama Samuel.

"Hais, bisakah sebentar saja tidak berisik?" keluh Kenneth sambil duduk di tepi kasur dan memijit-mijit pelipisnya.

Bukannya minta maaf sudah merusak hiasan kasur pengantin malah menyalahkan Valery yang berisik.

"Seharusnya aku yang memintamu agar tidak membuatku berisik!" sanggah Valery. "Kau masuk ke mansion kami tanpa ijinku. Tak hanya itu, kau masuk ke kamar dan merusak yang seharusnya tidak boleh disentuh," tambahnya.

"Ah, kau marah karena aku merusak kelopak-kelopak bunga di atas kasur ini? sungguh kekanak-kanakan. Bukannya kau tidak akan menghabiskan malam pengantin kalian?" jawab Kenneth sambil menatap kelopak-kelopak bunga malang yang berserakan di lantai. "Ah, jangan-jangan kau berpikir ingin aku menggantikan saudaraku menghabiskan malam..."

Kenneth malah asal bicara, tidak sedikitpun rasa bersalah.

"Hais! tidak tahu malu. Buang rasa percaya dirimu itu! siapa yang berniat menghabiskan malam dengan pria menyebalkan sepertimu," gumamnya sambil membuang wajahnya ke lain arah.

Kenneth tersenyum tipis mendengarnya, ucapannya sedikit menggores hatinya. Tapi, untuk apa dia sakit hati. Bukanya pernikahannya bersama Valery hanya bertujuan mendapatkan kesepakatannya dengan Samuel.

"Kau bertanya siapa yang mengijinkanku masuk ke mansion ini?" ucap Kenneth sambil menatap ke lembaran berkas di atas nakas.

Valery mengambilnya dengan cepat.

Kenneth,

Mulai hari ini, kau salah satu pewarisku. Semua aset yang aku miliki berpindah tangan padamu. Tapi, kau hanya menjadi pewaris dalam masa percobaan. Setelah satu tahun menikah dengan Valery Albert, kuasa hukum ku akan mengesahkanmu sebagai pemilik perusahaan, properti dan semua aset yang ku miliki.

"Di lembaran berikutnya terlampir semua asetku."

Jika ada yang tidak menerima keputusan ku dalam surat ini. Mintalah bantuan pada kuasa hukum ku "Renaldi Matthew" dia yang akan mengurusnya.

Keputusan ini di berlaku sejak tanggal 9 April 2026 dan akan dilakukan pengesahan secara hukum setahun terhitung dari hari pernikahan mu dengan Valery.

Samuel Liam.

Tubuh Valery langsung oleng setelah membaca surat pernyataan dari Samuel. Dia tidak menyangka jika Samuel menyerahkan mansion mereka agar dimiliki olehnya bersama Kenneth.

Mansion hadiah dari Samuel tapi sekarang berada di atas tanggung jawab Kenneth sebagai penggantinya. Mansion beralih menjadi properti Kenneth.

"Apa kau sekarang mengerti, aku memiliki hak atas mansion ini. Aku berhak masuk ke kamar lain ataupun kamar ini," ucap Kenneth sambil tersenyum penuh kemenangan.

"Baiklah, lakukan apapun yang kau inginkan di mansion ini!" balas Valery sambil menaruh berkas di tangannya kemudian berjalan cepat ke arah pintu.

"Bukannya kau sekarang istriku?" ucap Kenneth membuat Valery menghentikan langkahnya tapi tidak berbalik.

Kenneth berdiri kemudian berjalan ke arah Valery dengan perlahan. Dia menatap punggung gadis itu.

"Bukannya kita sudah sepakat akan bekerjasama sesuai dengan kepentingan masing-masing? aku membutuhkan status sebagai suami mu selama satu tahun. Jadi, bertahanlah selama itu! hanya 1 tahun," ucapnya sambil melintasi Valery kemudian menutup pintu dengan rapat membuat Valery mundur. "Samuel menugaskan mata-mata di sekitar kita terutama di sini. Aku tidak tahu siapa yang dipercayanya mengawasi kita. Kepala pelayan itu atau pelayan lain. Samuel akan membatalkan hak warisnya padaku. Jika kita tidak menjalin hubungan yang harmonis sebagai pasangan suami istri."

Kenneth menatap tajam Valery yang menyilangkan kedua tangannya di depan dada-nya.

"Jangan pernah bermimpi aku akan membiarkan mu menyentuh ku!" balas Valery sambil menatapnya waspada.

Kenneth pun tersenyum sinis sambil melangkah perlahan ke arah Valery yang spontan mundur hingga punggungnya merapat di dinding.

Kenneth tidak mengerti, dia yang memiliki trauma tidak bisa bersentuhan dengan orang lain selalu spontan menjaga jarak jika orang lain mendekatinya. Tapi kali ini, Kenneth malah mendekati Valery yang mendaratkan kedua tangannya di dadanya karena Kenneth mencondongkan tubuhnya ke arahnya berniat membisikan sesuatu.

Kenneth tidak bereaksi seperti yang biasa dia lakukan saat orang lain menyentuhnya, tanpa dia sadari.

"Jangan khawatir! aku tidak menyukai sentuhan wanita," bisiknya kemudian mundur menjauhi Valery.

"Apa?! kau tidak menyukai wanita? jadi kau penyuka... " balas Valery setengah berteriak.

Kenneth yang memiliki harga diri tinggi tidak mau memberitahu traumanya, dia memejamkan matanya. Kenneth tidak terima Valery salah faham dengan ucapannya.

"Bu-bukan itu maksudku," balas Kenneth.

Valery tertawa lepas, dalam hatinya bersorak senang setelah mendengar pengakuan Kenneth. Pantas saja Samuel rela membiarkan adiknya menjadi penggantinya. Ternyata Kenneth memiliki kelainan seksual.

Valery juga faham, kenapa Kenneth muntah saat ditampar ibu mertuanya. Bisa saja Kenneth jijik bersentuhan dengan wanita meskipun istri ayah biologisnya.

"Jangan salah faham menilai ku karena ucapanku tadi, aku...," protes Kenneth.

"Tidak perlu malu! tenang saja aku orang yang bisa diajak kerjasama. Aku akan menutup rapat mulutku," balas Valery sambil menggerakkan jemari tangannya seperti menutup resleting dari ujung bibir kirinya ke kanannya.

"Bu-bukan seperti itu..."

"Tidak perlu membahasnya lagi! aku faham. Bajuku sudah bau oleh keringat, aku ingin mandi dan berganti pakaian. Tidak perlu khawatir, ok!" ucap Valery sambil melintasinya berniat menepuk bahunya tapi mengurungkannya.

Valery hanya mengangkat tangannya dengan bibir tersenyum kemudian memasuki ruang walk in closed.

"Hais! dia salah memahami ucapanku. Tunggu! dia mengira aku penyuka sesama jenis?" ucapnya sambil menatap pintu ruangan yang dimasukin Valery dengan wajah frustasi. "Shiit!" umpatnya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • TURUN RANJANG   TURUN RANJANG 5

    Untuk sepersekian detik, mereka saling beradu pandang. Tatapan itu seolah menusuk sampai ke jantungnya. "deg deg deg!" Sekali lagi, Kenneth merasakan jantungnya berdetak kencang bahkan lebih kencang dari sebelumnya. Netra cantik itu tak hanya menusuk tapi membuat tubuhnya bergetar. Hebatnya, meskipun jantungnya tidak baik-baik saja. Sesuatu luar biasa yang sulit dimengerti Kenneth dirasakan.Perasaan aneh mengusik hatinya, sebuah ketertarikan yang tidak tiba-tiba saja mengusiknya. Perasaan yang tidak seharusnya, mengingat Valery gadis yang dicintai saudaranya."Apa kau sudah selesai?" sebuah tanya terlontar manis dari mulutnya. Tanpa mengubah posisinya, terkesan santai. "deg!" Kenneth langsung bersikap salah tingkah karena merasa tercyduk sedang memperhatikan Valery yang tertidur. Kenneth dengan cepat berdiri karena rasa malu yang luar biasa. Ditambah lagi Valery malah menatapnya seolah mengintimidasinya.."Jangan salah faham! a-aku tidak bermaksud..." ucapnya terkesan canggung..

  • TURUN RANJANG   TURUN RANJANG 4

    Kenneth berjalan mondar-mandir di depan ranjang, sesekali menatap pintu ruang walk in closed yang di masuki Valery. Kenneth sedikit terusik dengan prasangka Valery yang menganggapnya pria penyuka sesama jenis. Sungguh, sebagai pria sejati dia tidak menerimanya. Tapi, bagaimana caranya meralat ucapannya tadi "tenang saja aku tidak suka disentuh wanita." Tidak salah juga Valery salah faham, siapapun akan menganggapnya seperti yang dipikirkan Valery. "Hais! kenapa lagi aku malah berbicara seperti itu pada Valery?" ucapnya sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Kenneth tidak memiliki kepercayaan diri untuk terbuka mengenai trauma yang dideritanya pada orang asing. Baginya Syndrome Haphephobia yang dianggapnya penyakit terberat tidak mudah dibagikan pada orang lain. "Hais, kenapa lagi aku malah mengatakan itu?" gerutunya. Tatapan tajamnya tertuju ke arah Valery yang keluar dari ruang walk in closed. Matanya tidak mampu berkedip, Valery mengenakan baju tidur tipis terbuat da

  • TURUN RANJANG   TURUN RANJANG 3

    Valery duduk membeku di kursi belakang, dia tidak pulang bersama kedua orang tuanya. Supir yang membawa Kenneth menjemputnya. Kenneth meminta Valery pulang ke mansion yang seharusnya Samuel dan Valery tempati setelah menikah. Valery sedikit dongkol dengan keputusan Kenneth. Bisa-bisanya Kenneth masuk tanpa ijin ke mansion mereka. "Sungguh tidak tahu malu!" gerutunya sambil mendengus kesal. Beribu kalimat makian sudah berbaris di kepalanya yang akan meledak saat berhadapan dengan Kenneth. "Pantas saja Mami Diana memakinya agar tidak bermimpi bisa mengambil semua yang dimiliki Samuel. Ternyata kau memang berniat melakukannya, bermula dengan menikahi ku. Jangan pernah bermimpi kau akan mendapatkan hatiku meskipun menikahi ku! Kenneth, dasar pria menyebalkan!" gerutunya berakhir umpat. Mobil pun sampai di mansion, Valery langsung turun kemudian berjalan cepat memasuki mansion. Catherine Wilson, kepala pelayannya langsung menghampiri Valery. "Di mana dia?" tanya Valery sambil

  • TURUN RANJANG   TURUN RANJANG 2

    "Ikrar pernikahan terlontar dari mulut kami. Sang penghulu mengesahkan bahwa kami sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Tepukan tangan terdengar bergemuruh dari para tamu undangan. Tapi, bukannya senyum bahagia yang terlukis di bibirku. Melainkan isak tangis yang tertahan dengan rasa sesak dalam rongga dadaku. Butiran-butiran air mata tak berhenti melintasi kedua pipiku. Menangisi takdir yang Tuhan berikan, menikah dengan pria lain. Pria asing yang saat ini berdiri angkuh di sampingku. Seharusnya bukan dia yang menjadi suamiku. Sungguh kepalaku terasa meledak saat memikirkannya." Setelah akad pernikahan selesai, Valery tidak membuka veil yang menutupi seluruh wajahnya. Meskipun para tamu undangan mengucapkan selamat dan penasaran ingin melihat paras cantik pengantin wanitanya. Valery tidak mengetahui kehebohan para tamu saat pengantin pria muncul. Mereka mengetahui Samuel yang akan menjadi suaminya. Tapi, malah pria lain. Meskipun begitu tidak ada seorang pun yang mempertanyak

  • TURUN RANJANG   TURUN RANJANG 1

    "Takdir, sungguh aku tidak memiliki kuasa mengalahkannya. Betapa menyakitkan tapi harus ku telan meskipun pahit." Valery berjalan lemah menuju ke hadapan seorang pria yang baru saja bertemu dengannya. Pria yang seharusnya menjadi saksi pernikahannya dengan kekasihnya. Pria yang seharusnya bertepuk tangan setelah Samuel dan dirinya mengucapkan ikrar pernikahan. Kenneth Liam, pria tampan yang memiliki wajah serupa dengan kekasihnya menatapnya dingin. Pria itu tak jauh berbeda dengan Valery, terpaksa harus berdiri di depan penghulu dan para tamu undangan sebagai pasangan pengantin. Satu jam sebelumnya, Di salah satu hotel bintang lima, diselenggarakan pesta pernikahan putri satu-satunya pengusaha kaya Johan Albert, pemilik perusahan "Zoraya Albert" yang bergerak di bidang fashion berupa sepatu dengan merk ternama "Zora". Gadis itu bernama Valerie Albert. Calon pengantin pria pun seorang pengusaha muda bernama Samuel Liam, penerus perusahaan "Benicnus Zero Style" yang bergera

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status