แชร์

Bab 37 - Di Rumah Inara

ผู้เขียน: MassAzfa
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-02 10:00:15

Lina makin senang ketika tau Nanang bereaksi dengan jujur, apalagi senjata besarnya itu benar-benar mengodanya. "Jujur saja," katanya pelan, suaranya rendah dan penuh keyakinan. "Tubuh kamu menginginkan saya, Nanang. Bukan Inara."

Nanang mengangkat kepala perlahan. Kali ini tatapannya tidak menghindar. Ada kelelahan di sana, tapi juga sesuatu yang lebih kokoh-keputusan yang akhirnya mengeras setelah berhari-hari digerus. Ia menggeleng kecil, nyaris sedih melihat betapa yakin Lina pada

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 61 - Ide Gila Dari Niko

    Lina menatap Nela dari ambang pintu dengan senyum yang tidak sampai ke mata. Tatapannya tajam dan sinis. "Kenapa kamu nanyain Mas Nanang di sini?" tanya Lina pelan, tapi nadanya menusuk. Ia menyandarkan satu bahu ke kusen pintu, jelas tak berniat memberi jalan bagi Nela.Nela mengepalkan tangan di sisi tubuhnya. Wajahnya makin cemberut, rahangnya mengeras menahan emosi. "Aku tau dia disni," jawabnya cepat, hampir mendesis. "Motornya kan ada di depan."Lina menghela napas panjang, sengaja, seperti orang yang sudah lelah menghadapi drama yang menurutnya tak perlu. "Terus kalau dia ada di sini, kamu mau apa?"Lina menegakkan tubuhnya."Kamu bisa apa, Nel?"Kalimat itu seperti api yang disiram bensin. Lina seakan mengaskan dirinya jika dilabarak pun, Nela tak memiliki apa-apa untuk melawannya."Mas Nanang!" suara Nela meninggi, tak ada jalan lain, ia sengaja berteriak memanggil agar Nanang datang."Nel?" suara Nanang terdengar dari dalam,

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 60 - Permainan Indah Bersama Lina

    Hari ini sepertinya akan begitu panas. Keganasan mereka berdua membuat suasana kamar menjadi riuh oleh suara-suara kecupan dan rintihan-rintihan erotis. Di balik baju dinas yang seksi, Nanang menyingkap bagian bawah dan mendapati lembah yang hanya memakai segitiga seksi, dan transparan pula.Nanang tercengang, alangkah indahnya lembah itu.. tak pernah bayangkan bahwa ia mencukur habis bulu-bulunya.Gundukannya yang padat begitu menggiurkan dengan tengah-tengah berwarna merah muda.Nanang digoda habis-habisan.Pria itu dicium dari leher dan ditelusuri lebih, ia tak dibiarkan menyerang balik. Jemari lentik Lina pun menari di atasnya dan bagian yang paling utama. Lina lalu menduduki dirinya di atas permen yang keras.. astaga kain transparan itu membuat Nanang gemas, ia ingin me-lu-cuti dan menyerang langsung tapi Lina pasti menghalanginya.Lina sengaja sekali mengelinjang-gelinjang ke sana kemari, meng-gesek pula dengan menggoda. Wanita itu ingin memimpin dan terus memancing Nanang hingga

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 59 - Menuju Rumah Lina

    Nanang refleks memalingkan wajah, mengusap hidungnya dengan tisu yang Niko sodorkan. Darah sudah berhenti, tapi panas di kepalanya belum turun. Kedua wanita nakal itu benar-benar mengujinya, sunggu Nanang berusaha menahan diri sekuat tenaga.“Apaan maksud lo, Niko? Bukannya lo sama Rini?” Nanang tak habis pikir dari ajakan Niko yang ingin main bertiga.Padahal seingat Nanang, Niko sudah memiliki kekasih bernama Rini.Niko menyeringai lebar.“Maksud gue jelas lah, Bro,” katanya sambil menyandarkan punggung, nada suaranya terdengar sombong. “Gue udah putus sama Rini. Dari dulu juga kita bebas, dia nggak masalah gue main sama beberapa cewek. Main rame-rame itu biasa buat kita.”Nanang terdiam, tawaran yang beresiko, masalahnya Lina dan Nela dalam keadaan tak akur.Mana bisa bermain bertiga seperti itu. “Nggak bisa, Ko,” katanya tegas. “Masalah gue cukup runyam ini.”Niko mengangkat bahu.“Yahh, gue Cuma nawarin aja siapa tau terta

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 58 - Bertemu Kawan Lama

    Dua hari setelah kejadian di restoran, Lina menyewa seorang detektif. Pria paruh baya dengan mata tenang dan catatan lusuh yang selalu dibawanya ke mana pun.Namanya Pak Ronald. Ia tak banyak bertanya, hanya mendengarkan, lalu menyusun potongan cerita seperti puzzle. Ancaman pada Nanang. Nela yang diikuti. Perempuan bermasker. Waktu dan tempat yang selalu berdekatan.“Ini beneran diterror,” kata Pak Ronald singkat. “Dan pelakunya bisa jadi selalu ada di sekitar kalian.”Nanang menjadi lebih waspada sejak itu. Rutenya berubah, jam pulangnya tak pernah sama, dan setiap kali orang di sekitarnya keluar pun jadi lebih waspada.Hari-hari berjalan seolah normal. Ayah Nanang kembali tertawa lebih sering. Nela kembali memasak dengan takaran micin yang lebih baik.Lina tetap datang sesekali, membawa cerita ringan dan tawa yang dipaksakan agar suasana tak runtuh.Seminggu Kemudian...Pagar rumah

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 57 - Adu Skill Lina vs Nela

    “Hey...!”Bentakan Nanang memecah kerumunan kecil di depan kamar mandi. Suaranya keras, refleks, penuh dorongan protektif yang bahkan ia sendiri tak sempat pikirkan. Tubuhnya bergerak maju satu langkah, berdiri di antara Lina dan perempuan bermasker itu.Perempuan itu tampak terkejut sepersekian detik. Matanya yang tajam sempat menatap Nanang lurus, terlalu lama untuk ukuran orang asing. Lalu, tanpa sepatah kata, ia berbalik cepat dan mendorong orang-orang di sekitarnya, berusaha kabur melewati lorong restoran.“Mas!” tangan Lina mencengkeram lengan Nanang kuat-kuat.Nanang sudah bersiap mengejar, namun sentuhan itu menghentikannya. Napas Lina memburu, tubuhnya sedikit gemetar. Ada luka tipis di lengannya yang kini terlihat jelas.Nanang mengepalkan tangan, menahan sumpah serapah yang hampir lolos dari mulutnya. Ia tahu, jika ia mengejar dan membuat keributan lebih besar, dampaknya bisa panjang-bukan hanya bagi karirnya, tapi juga bagi Lina.

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 56 - Bertemu Orang Asing

    Nanang tertegun sesaat, tangannya yang berada di punuk besar itu dapat merasakan keempukan yang luar biasa.Kalau dirinya adalah Nanang yang kemarin pasti ia sudah mulai mere-mas gundukan itu. Nanang meneguk liurnya, ia menahan diri sebisa mungkin kala bagian bawahnya menjadi tegak.Nanang dengan terpaksa menurunkan tangannya, "Nel, Mas ini jaga janji dengan Lina.Jangan gini lagi ya..” Nanang menolak karna ia ingat janji dengan Lina. Baru saja mereka pindah rumah yang lebih nyaman, Nanang tak mau kehilangan itu semua karna kontrol naf-su sesaat. Nela yang tidak tau janji antara Lina dan Nanang hanya tau jika dirinya ditolak.Nela menunduk kemudian diam saja ketika Nanang melewatinya. Pupus sudah harapannya, Nela merasa sesak di hati bahkan memikirkan segala cara untuk menggoda Nanang tapi dengan lebih rapih.Malam-malam berikutnya berjalan dengan suasana yang semakin ganjil. Nela kian pendiam, murungnya tidak lagi disembunyikan, seolah ada lapisan

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status