"Sialan, sialan..."Wajah Shen Ji pucat pasi, matanya merah karena menahan amarah. Lu Xiao hanya tersenyum dan bertanya,"Kau tidak terima?""Tuan, memprovokasi keluarga Shen kami bukanlah pilihan yang bijak. Biar aku beri nasihat, sebaiknya kau bersikap lebih sopan."Lu Xiao menggelengkan kepalanya dan meletakkan gelasnya di atas meja."Urusan aku mau melakukan apa, itu urusanku. Ambilkan aku minuman."Shen Ji menarik napas dalam-dalam, menahan amarah di dadanya, lalu menuangkan kembali segelas anggur untuk Lu Xiao. Kali ini, Lu Xiao tidak menggodanya lagi. Dia menyesapnya dan berkata dengan ringan,"Tuan Shen, dengan status tuan muda sepertimu, aku yakin kau sudah sering mengunjungi klub-klub di Kegubernuran Gushan, bukan?"Wajah Shen Ji berubah muram, dan dia menjawab dengan nada dingin,"Apa urusannya denganmu apakah aku pergi atau tidak?"Lu Xiao tersenyum tipis dan berkata,"Tidak masalah. Lagipula, aku ingin melihat aksi panggung Tuan Shen."Shen Ji telah menerima pendidikan el
Read more