“Dokter sorry, Karin pulang duluan, Karin tiba-tiba asam lambung.” Karin menghubungi Dimas setelah ia di dalam taxi. “Hoek.” Untuk terlihat natural, Karin berpura-pura muntah padahal sebenarnya tidak seperti itu. “Kenapa gak ngomong Cantik, dokter bisa antar kamu pulang,” jawab Dimas khawatir. “Gak apa dok, ini udah di taxi. Sorry sekali lagi, mungkin next time kita bisa nonton bersama.” Setelah bicara baik-baik, Dimas akhirnya mengerti tapi Karin juga tahu kalau Dimas pasti kecewa. Tidak lama setelah memutuskan teleponnya, hujan deras mengguyur bumi. Tepat sekali dengan hati Karin yang sedang galau. Arlan marah padanya, Dimas juga kecewa dan sekarang dia terpaksa pulang. Sampai di rumah, Karin mendapati pemandangan yang tidak menyenangkan. Pertengkaran orang tuanya lagi. “Pi, baru Minggu kemarin kamu ke luar negeri dengan Asisten Pribadimu yang baru dan sekarang pergi lagi dengan yang lain,” teriak Mami Kaina di depan pintu. Karin turun dari mobil dan mera
Leer más