“Oh Tuhan!” Arlan memang tidak mengecewakan, itu memang ia. Entah apa obsesinya sampai mencari Karin setiap malam. “dokter, ngapain?” tanya Karin saat membuka pintu kamarnya. Belum sempat menjawab, Arlan mendorong Karin masuk ke kamar, menggendong Karin ke ranjang dan melepaskan lingerie yang digunakan Karin, meraup bibir Karin dengan rakus, menciumnya dari atas sampai bawah hingga yang keluar dari mulut Karin hanya desahan tidak tertahankan. Ouh! “Ahhhh dokter, kamu kenapa?” tanya Karin bingung. Tangan Arlan bermain di bawah sana, memanjakannya hingga cairan yang tidak asing lagi untuk Karin keluar. Ia mulai bergairah. “Dok, kenapahhhh ahhhh?” “Ssshhhhttt!” Arlan tidak meminta Karin untuk bicara, cukup nikmati saja kenikmatan yang ia berikan. Kalau setiap malam, Arlan meminta jatah bercinta dengannya. Karin takut sekali hamil meskipun ia sudah suntik KB.“Eumphh dokhhhh akkkhh pelan ajahhh.” Gerakan tangan Arlan dibawah sana semakin cepat sedangkan bibir Arlan tetap sibuk men
Baca selengkapnya