Tumpukan kado indah dari para tamu undangan teronggok begitu saja di sudut kamar, sepenuhnya terlupakan. Karin dan Arlan tidak peduli.Bagi mereka, seisi dunia malam itu telah menyusut secara magis, menyisakan hanya detak jantung satu sama lain. Alih-alih menyentuh pita-pita berkilau dari pesta tadi, jemari mereka justru saling bertaut penuh damba, menuntun keduanya tenggelam ke dalam malam pertama yang sarat akan gairah, kerinduan yang membakar, dan janji suci yang akhirnya terwujud.Karin menatap jauh ke dalam manik mata Arlan, seolah mencari seluruh rahasia yang tersembunyi di sana.Saat jarak mengikis, Arlan mendaratkan kecupan lembut di bibir Karin, sebuah kecupan penuh kepastian yang perlahan turun menyapu seluruh lekuk tubuhnya dengan tatapan memuja.Sentuhan jemari Arlan di kulit sensitif Karin bukan sekadar belaian, melainkan getaran yang menyalakan api yang mengendap di antara mereka.Keintiman itu berubah menjadi badai gairah yang tak sabar, membakar akal sehat.Ketika kecu
Read more