“Mom, tas ini ... bukan Mommy yang beli?” suara Laura bergetar halus sebelum ia menyerahkan tas mewah edisi terbatas yang begitu sulit didapatkan.Selama ini, ia mengira benda itu adalah bentuk kasih sayang ibunya.Namun, fakta menghantamnya telak, tas itu pemberian Moreno, pria yang selalu bersikap dingin kepadanya. Sang ibu hanya berpura-pura mengakuinya demi gengsi.“Iya, Sayang,” jawab Mommynya tanpa beban.Laura tersenyum pahit.Dadanya mendadak sesak oleh ironi yang menyakitkan.Bagaimana bisa barang seindah ini datang dari seseorang yang bahkan tidak memiliki secuil pun rasa cinta untuknya?Lalu, jika itu hadiah, kenapa sekarang Moreno tega memintanya kembali di depan umum?Kemewahan fantastis yang dulu sempat membuncahkan kebahagiaan di hatinya, kini menjelma menjadi sumber kehinaan yang paling keji.“Oke, Mom,” bisik Laura pelan, menunduk dalam-dalam menyembunyikan luka yang mulai berdarah.Di sekelilingnya, teman-teman Moreno, para pengusaha sukses yang angkuh, melempar seny
Read more