“Keuntungan seperti apa yang mereka dapatkan dari menjual anak sendiri?” desis Rose, suaranya bergetar hebat.Di seberang telepon, Victor menghela napas panjang, “Ini bukan sekadar uang, Rose. Ini soal obsesi Martin untuk memanjat kasta sosial. Kamu tahu sendiri, meskipun Martin punya garis keturunan keluarga besar Luis, dia nggak punya hak untuk menyandang nama besar itu, apalagi menikmati fasilitasnya. Di mata mereka, Martin hanya dianggap anak cabang yang nggak relevan.”Rose menyandarkan punggungnya ke pintu kamar yang terkunci rapat, perlahan tubuhnya merosot hingga ia terduduk di lantai yang dingin. Hatinya mencelos, mendengar kenyataan pahit yang baru saja diungkap sang kakak.“Tapi, sebentar, Kak. Aku penasaran, bagaimana cara Martin melakukannya? Kenapa sampai harus mengusulkan pernikahan? Nggak mungkin kalau keluarga Luis akan tergerak hanya dengan ini, kan?” tanya Rose. Suaranya mengecil, ada nada penasaran yang bercampur dengan rasa muak yang mengaduk perutnya.“Martin but
Read more