“Astaga, Van! Kamu pulang-pulang kok ucel begini, sih!” Marta langsung heboh begitu melihat putrinya, Vanya, yang baru selesai pulang kerja itu masuk ke paviliun belakang.Wanita paruh baya itu berdiri berkacak pinggang, menatap nanar anak perempuannya. Melihat rambut Vanya yang agak berantakan serta kemeja kerja yang sudah kusut masai, tangan Marta bergerak cepat mendorong-dorong bahu anaknya gemas menuju kamar mandi.“Sana, sana, cepet mandi! Ganti baju yang paling bagus, terus semprot itu parfum yang wangi!”Vanya yang baru saja melepas sepatu hak tingginya menghela napas panjang, wajahnya cemberut. “Namanya baru pulang kerja, Bu. Pasti kucel. Emang kenapa sih, buru-buru banget. Vanya kan capek, mau selonjoran dulu sebentar.”“Halah, nggak ada selonjoran! Ini kesempatan emas! Di depan ada satpam baru yang jagain rumah Pak Daniel. Badannya tegap, ganteng pol kayak artis blasteran! Pokoknya kamu harus dandan cantik, mau ibu kenalin sore ini juga. Biar kamu nggak kerja terus kerja, m
Read more