Rose menurut begitu saja, perlahan membuka matanya yang sayu dan menatap lurus ke arah pantulan mereka di kaca jendela.Pemandangan disana amat eksotis, jauh lebih berani dari imajinasi liarnya selama ini.Rose bisa melihat dirinya sendiri yang sudah polos tanpa sehelai benang pun, duduk dengan posisi menantang di atas paha kokoh Julian. Sementara satpam pribadinya terlihat begitu sangar, hanya bertelanjang dada, otot-otot lengannya menegang, lalu celana panjangnya hanya dipelorotkan asal hingga ke betis.“Cantik kan, Nyonya? Kayak adegan film, tapi ini versi live dan eksklusif cuma buat kita,” bisik Julian serak di telinga Rose.Mendengar pujian Julian, Rose hanya bisa menahan napas, wajahnya makin memerah. Ia menatap pantulan dirinya di kaca, merasa malu sekaligus terpesona dengan sisi liarnya yang baru saja bangkit. “Jangan ... jangan diliatin terus,” gumamnya malu, meski matanya sendiri tidak bisa berpaling dari pemandangan eksotis itu.Julian justru semakin merapatkan dekapanny
Read more