"Eh, Luk!?" ucap Dayat terkejut setengah mati. Jantungnya berdisko, mendadak kepikiran kalau dia tidak mungkin jujur bilang mau ke rumah Mbak Putri. Kalau dia alasan mau benerin sesuatu, Luki pasti langsung curiga kenapa malam-malam begini dia datang tanpa membawa tas peralatan kerjanya.Luki menyipitkan matanya, memandang Dayat dari atas sampai bawah. "Ngapain lo jalan kaki malem-malem di gang rumah gue, Yat? Mana rapi bener lagi. Mobil lo mana?"Dayat cepat-cepat menguasai ekspresi wajahnya, mencoba tersenyum sealami mungkin. "Kagak... ini, gue lagi ada perlu sama orang sini, Luk. Kebetulan rumahnya udah enggak jauh lagi dari sini. Mobil sengaja gue parkir di Alfa depan, males gue bawa masuk gang, sempit."Luki manggut-manggut, menerima alasan itu tanpa curiga berlebih. "Oh, kirain ada apa. Tumben amat malam-malam.""Iya, urusan bentar doang kok," sahut Dayat cepat, buru-buru membalikkan keadaan sebelum Luki bertanya lebih detail. "Lah, lo sendiri mau kemana malam-malam gini bawa mo
더 보기