"Aduh, si Mbak bisa aja," ucap Dayat sambil melempar senyum getir, mencoba menyembunyikan rasa salah tingkahnya yang sudah di ujung tanduk.Tanpa menunggu balasan lagi, ia langsung berpamitan. "Saya duluan ya, Mbak!" Dayat melangkah seribu keluar dari rumah itu, nyaris berlari menuju motornya yang terparkir di halaman. Begitu mesin menyala, ia langsung tancap gas, meninggalkan perumahan Mutiara Kasih dengan perasaan yang campur aduk.Sepanjang jalan menuju proyek, pikiran Dayat benar-benar kacau. Bayangan Sasha, dinginnya AC, dan pertanyaan menyelidik dari si ART tadi berputar-putar seperti kaset rusak di kepalanya. Siang itu benar-benar di luar kendali.Setibanya di unit 4, Dayat mencoba mengambil napas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Ia turun dari motor, mengambil tas perkakasnya, dan mulai memeriksa seluruh area unit. Debu semen dan aroma bangunan yang belum jadi menyambutnya—suasana yang seharusnya membuat dia fokus, tapi kali ini terasa berbeda.
Huling Na-update : 2026-04-24 Magbasa pa