"Bawa peti itu pergi. Bakar isinya, pastikan tidak ada jejak yang tersisa di halaman ini," perintah Edward dengan nada sedingin es, matanya masih menatap tajam ke arah kegelapan di luar gerbang mansion. Para penjaga segera bergerak cepat, membawa peti berdarah itu menjauh dari area teras. Edward berbalik, menatap satu per satu anak buahnya yang kini tampak gemetar. "Mulai detik ini, perketat pengamanan. Siapa pun yang mendekati gerbang tanpa izin, lumpuhkan. Jika ada paket tanpa identitas lagi, hancurkan sebelum menyentuh pintu rumah ini. Mengerti?" "Mengerti, Tuan!" sahut mereka serempak. Edward kemudian melirik Kevin yang masih berdiri dalam posisi siaga. "Kevin, ikut aku ke ruang kerja. Sekarang." Kevin hanya mengangguk patuh. Ia mengikuti langkah lebar Edward menyusuri lorong mansion yang mendadak terasa lebih mencekam dari biasanya. Begitu pintu ruang kerja tertutup rapat, Edward langsung menghempaskan tubuhnya ke kursi kebesaran, memijat pelipisnya yang mulai berdenyut. "Tu
Read more