"Aluna!"Panggilan itu mengagetkan Aluna yang tengah melipat pakaian. Saat dia mendongak, tak heran lagi ada mertuanya yang sedang menatapnya."Iya, ma?""Mama pergi dulu ikut arisan." Fiona lalu memamerkan perhiasan yang dipakai di jemari dan pergelangan tangan. "Biasa.. arisan ibu-ibu pensiun. Walaupun kami sudah tidak bekerja lagi, setidaknya kami masih punya kegiatan. Bukan di rumah aja!" Sindir Fiona.Entah apa salah menantunya ini, Fiona suka sekali menindas Aluna semena-mena."Iya, ma.""Sekalian mama mau memamerkan wajah kencang mama! Lihat! Walau udah lewat 50 tahun, muka mama masih kayak seumuran kamu. Padahal ini tanpa perawatan!!"Pergi ya tinggal pergi saja. Tapi, Fiona lebih suka menyakiti hati menantunya dulu sebelum puas."Hmm iya, ma." Jawab Aluna. Toh dia juga bingung harus menjawab apa.Jika dibantah maka akan jadi masalah.. jika dituruti nanti di bilang iri. Aluna sudah paham sekali
Read more