"Mas.."Pintu diketuk dengan pelan dan penuh kehati-hatian. Suara itu terdengar samar hingga Arkan harus melesatkan pendengarannya. Setelah yakin jika memang ada istrinya yang berdiri di depan pintu, barulah ia menegur."Masuklah." Ucap Arkan. Pria ini sibuk di ruang kerja sambil bermain di depan laptopnya.Aluna masuk dengan perlahan sembari membawa satu nampan yang berisi kue coklat dan teh hangat. Ia lalu menghidangkannya di depan Arkan."Cemilan lembur, mas." Ujar Aluna mempersilahkan."Hmm.. terima kasih." Sahut Arkan tanpa menoleh.Aluna masih memandangi suaminya yang terduduk di kursi kerja. Dahi suaminya tampak bergaris. Mata itu terlihat memerah. Belum lagi rambut yang acak-acakan.Seketika Aluna menjadi iba. Beberapa hari ini, Arkan sibuk di kantor untuk mengejar laporan akhir tahun. Dia pergi pagi dan pulang pada malam hari. Namun bukannya beristirahat, Arkan malah menghabiskan waktunya di ruang kerja."Kenapa masih disini?" Tanya Arkan pada istrinya yang tegak mematung."A
Terakhir Diperbarui : 2026-05-08 Baca selengkapnya