Pagi hari menyapa kamar Sean dan Fara dengan cahaya matahari yang menembus celah gorden, menghapus sisa-sisa kegiaan keduanya semalam yang intim, tersirat dalam. Kelelahan yang indah masih terasa, namun Sean ingat janji mereka semalam. "Sayang, ayo bangun. Kita harus ke rumah sakit hari ini," bisik Sean, mengecup kening Farah lembut. Fara bergumam malas, masih ingin bergelung dalam pelukan suaminya, namun kewajiban sebagai ibu hamil trimester ketiga memanggil. Rutinitas pagi berlalu dengan cepat. Setelah mandi dan sarapan, mereka berangkat menuju rumah sakit. Memasuki trimester 3, jadwal kontrol menjadi lebih intens, seminggu sekali, untuk memastikan kondisi janin dan ibu tetap prima. "Sean, hati-hati di jalan jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya." ucap Mama Sarah sebelum keduanya berangkat meninggalkan kediaman keluarganya Naendra, karena niatnya setelah pulang kontrol nanti keduanya akan pulang ke rumah mereka sendiri. "Iya Ma, makasih ya udah dijamu sebaik mungkin di rumah in
Read more