Lampu kristal gantung di langit-langit kamar Presidential Suite dari, *The Win Hotel* memantulkan cahaya temaram yang hangat, kontras dengan gemuruh sisa pesta di lantai bawah yang baru saja usai. Aroma bunga melati dan mawar segar masih tertinggal di udara, sisa dekorasi megah yang mengubah ballroom hotel itu menjadi taman istana impian. Di atas sofa beludru berwarna navy, Sean duduk bersimpuh, jemarinya bergerak lembut, memijat pergelangan kaki Fara yang sedikit membengkak setelah seharian ikut berdiri menyambut para tamu. Fara, istrinya, menatap ke luar jendela besar yang memperlihatkan kerlip lampu kota Surabaya dari ketinggian lantai empat puluh. "Gimana, sudah lega?" tanya Fara pelan, memecah kesunyian. Wanita hamil itu menunduk, menatap suaminya yang tampak letih namun wajahnya menyimpan ketenangan yang tak biasa. "Alex, adik iparmu itu, berhasil membuktikannya, bukan? Dia benar-benar memberikan segalanya untuk Sella." Sean mengangguk pelan. Pikirannya melayang pa
Read more