Pagi yang cerah menyelimuti kediaman megah keluarga Narendra, setelah satu minggu lamanya menginap dan menikmati kehangatan di rumah masa kecil Sean. Hari ini tiba saatnya bagi Sean, Fara, dan jagoan kecil mereka, Sefan, untuk pulang kembali ke rumah mereka sendiri. Suasana teras depan rumah dipenuhi riuh rendah obrolan hangat perpisahan. "Pa, Ma, Fara pulang dulu ya," pamit Fara dengan senyum manis terukur di wajahnya. Ia membungkuk hormat, menyalimi tangan kedua mertuanya bergantian sebagai bentuk takzim. Mama Sarah membalas saliman itu lalu mengusap surai anak menantunya dengan lembut, tatapannya penuh kasih sayang khas seorang ibu. "Hati-hati. Besok, setiap dua hari sekali Mama main ke rumah kalian ya buat bantu ngurus jagoan, sambil jenguk mantu juga." Fara tersenyum canggung. Ia tentu menghargai perhatian mertuanya, namun ia juga ingin belajar mandiri mengurus anak pertamanya. "Terima kasih banyak, Ma. Tapi nggak perlu repot-repot, ada Mas Sean sama Suster Nani yang bantu a
Read more