Matahari baru saja mengintip dari balik cakrawala, menyapa kota Surabaya dengan hangat. Namun, suasana di ruang keluarga kediaman Wiharja pagi ini terasa jauh dari kata hangat. Ketegangan menggantung tebal di udara. Sean dan Fara sudah berdiri rapi dengan satu koper kecil yang telah terkemas, bersiap untuk kembali ke Jakarta. Sella, yang berdiri di samping suaminya, Alex, tampak enggan melepaskan tangan kakaknya. "Belum seminggu, Kak. Kita baru menikmati Surabaya selama dua hari. Masih banyak tempat yang belum kita kunjungi, tempat-tempat kenangan Kak Alex yang ingin aku lihat." rengeknya dengan wajah cemberut. Sean menghela napas panjang, menatap adiknya dengan tatapan teduh namun serius. "Sella, ini bukan soal liburan. Ada hal yang harus segera cepat terselesaikan di Jakarta." Sean melirik tipis ke arah iparnya sebentar, "Dan juga sudah saatnya kamu tahu alasan sebenarnya kenapa aku dan Papa bersikap keras beberapa waktu lalu." Alex, yang sedari tadi diam, menggenggam jema
Read more