Beberapa bulan kemudian, langit membentang sempurna tanpa secercah awan. Matahari pagi menyinari halaman terbuka yang dipenuhi ratusan tangkai bunga segar. Mawar merah, lily putih, dan anggrek ungu tersusun dalam vas-vas kaca yang berkilauan, seolah ikut merayakan hari yang telah lama dinantikan. Rumput hijau terhampar lembut di bawah kaki para tamu, dan angin sepoi-sepoi membawa aroma manis dari kelopak bunga yang baru mekar.Hari itu adalah puncak dari segala penantian Daniel. Bukan sekadar pesta, bukan sekadar seremoni. Itu adalah momen di mana semua rasa yang ia pendam selama belasan tahun akhirnya menemukan pelabuhannya. Di altar sederhana yang dihiasi anyaman dedaunan, Daniel berdiri dengan tuksedo hitam yang pas di tubuhnya. Ia telah menunggu hari ini lebih lama dari yang ia kira sanggup ia lalui.Ia mengingat kembali masa-masa kelam tiga tahun pertama setelah Megan menghilang dari kehidupannya. Dulu, ia nyaris menyerah. Setiap hari ia mencari, bertanya, menelusuri jalan-jalan
Read more