Keesokan harinya, Megan masih menemani Daniel bekerja. Jadwal padat, pertemuan bisnis yang membosankan, dan senyum sopan yang ia kenakan seperti topeng, semuanya berjalan seperti biasa. Seolah malam-malam sebelumnya tidak pernah terjadi. Seolah tubuhnya tidak masih mengingat sentuhan Daniel di setiap inci kulitnya.Dan malam harinya, mereka kembali melakukan rutinitas intim.Tanpa kata-kata.Tanpa janji.Tanpa penjelasan.Hanya tubuh yang saling mencari, hanya kehangatan yang mereka bagi diantara seprai sutra yang dingin.Hingga akhirnya, tanpa terasa, hari ketiga mereka di New York tiba.Malam itu, di atas tempat tidur yang luas untuk dua orang yang tidak saling memiliki, Daniel memacu dirinya di atas tubuh Megan.Gerakannya ritmis, penuh hasrat, namun juga ada sesuatu yang lain. Sesuatu yang tidak bisa ia ucapkan dengan kata-kata. Sesuatu yang ia tunjukkan melalui setiap sentuhan, setiap ciuman, setiap kali tubuhnya bersatu dengan tubuh perempuan di bawahnya.Ia menikmati setiap keha
Read more