Ruangan itu tampak hangat dan hening, kontras sempurna dengan kekacauan yang sedang terjadi di luar sana. Lampu-lampu berwarna kuning lembut memancarkan cahaya yang menenangkan, karpet tebal menyerap setiap suara langkah, dan aroma kayu cendana bercampur dengan wangi whiskey tua memenuhi udara.Hanya ada dua orang yang duduk di sofa yang sama, berdekatan, tapi tidak bersentuhan. Seperti dua bintang yang berbagi orbit yang sama tanpa pernah benar-benar bertabrakan.Hanya saja salah satunya tidak diam saja.Daniel duduk dengan tubuh condong ke depan, sibuk merakit sebuah senjata. Jari-jarinya bergerak dengan terampil, memasang slide, mengunci magasin, memeriksa mekanisme tembak dengan gerakan yang sudah sangat terlatih. Setiap klik, setiap gesekan logam, setiap gerakan tangannya menunjukkan bahwa ini bukan pertama kalinya ia melakukan ini.Di sebelahnya, Sierra memperhatikan dengan tatapan yang sulit dibaca. Matanya mengikuti gerakan tangan Daniel, lalu naik ke wajahnya yang fokus, lalu
Read more