Langkah mereka melintasi ambang pintu, dan Megan langsung merasakan dunia lamanya bergetar. Rumah itu telah berubah total. Dinding-dinding yang dulu ia hafal lika-likunya kini hadir dalam warna dan bentuk yang asing. Namun di antara semua yang baru, beberapa benda kecil dari masa lalunya masih setia di tempat. Benda-benda itu terpajang rapi, seperti fosil masa kecil yang sengaja dibiarkan utuh untuk dikenang.Belasan tahun telah berlalu. Megan menarik nafas dalam-dalam, dan dadanya terasa hangat. Meskipun tata ruangnya berbeda, meskipun lorong-lorong itu bukan lagi lorong yang ia kenal, ada sesuatu yang tetap sama. Kehangatan. Aroma kayu tua yang bercampur dengan wewangian bunga dari taman belakang. Dan di sudut hatinya, bayangan Ayah dan Ibu masih hidup, masih tersenyum, masih memanggil namanya dengan lembut."Aku masih menyimpan beberapa barang," ucap Daniel dari belakangnya, suaranya tenang seperti permukaan danau di pagi hari. "Rumah ini memang sudah sangat berbeda dari yang kau i
Baca selengkapnya