Di dalam ruangan yang menghadap ke arah jendela besar, Daniel berdiri. Cahaya bulan malam masuk melalui kaca, menerangi sosoknya yang tegap dan diam. Di tangannya, sebuah cincin tengah ia pegang, cincin yang sama, yang pernah Daniel perintahkan pada Megan untuk mencurinya dari seseorang.Benda kecil itu tampak sederhana di bawah cahaya. Sebuah cincin dengan batu ruby merah tua yang tidak terlalu berkilau, tidak terlalu mencolok. Siapa pun yang melihatnya akan menganggapnya sebagai perhiasan murahan yang tidak bernilai.Tapi Daniel tahu lebih baik.Saat membayangkan sesuatu, mendadak seringai menghiasi bibir Daniel. Senyum yang penuh makna, senyum yang menunjukkan bahwa ia mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang lain."Tidak akan lama lagi, " gumamnya pelan, suaranya nyaris menghilang di antara desiran angin malam.Ia menggenggam cincin itu lebih erat. Mau seperti apa pun, ia tidak boleh kehilangan benda ini. Cincin itu terlihat bukan seperti benda yang mahal, namun sesuatu yang
閱讀更多