Suara runtuhan itu tidak lagi terdengar seperti bunyi, melainkan tekanan yang menghantam dari segala arah, menggulung udara, dan memaksa paru-paru mengempis sebelum sempat menarik napas berikutnya. Saat bongkahan besar jatuh di belakangnya, tubuh Bisma tersentak ke samping, bahunya membentur lantai keras, dan getaran dari benturan itu merambat naik melalui tulang hingga rahangnya mengatup kuat tanpa sadar.Debu langsung meledak ke udara, tebal dan pekat, menutup pandangan hingga segala sesuatu berubah menjadi bayangan abu-abu yang bergerak samar. Ketika ia mencoba menarik napas, yang masuk justru rasa panas dan kasar, seperti menelan pasir yang menggores tenggorokan dari dalam. Refleks batuk naik begitu saja, tetapi ia menahannya, memaksa tubuhnya diam meski dada terasa terbakar.“Bisma!”Suara Raka terdengar teredam, seperti datang dari tempat yang jauh dan tertutup air. Bisma mengangkat tubuhnya perlahan, telapak tangannya menyentuh lantai yang sudah tidak rata, retak, dan basah o
Last Updated : 2026-04-25 Read more