Melihat ekspresi Gita seperti itu, amarah di hatiku akhirnya sedikit mereda."Sudahlah, semuanya sudah lewat." Aku menggeleng sambil berkata, "Kalau tadi di akhir kamu nggak manggil aku 'ayah', mungkin aku juga sudah nggak punya tenaga buat peduli sama kamu."Aku menyalakan sebatang rokok lagi, lalu mengisapnya dalam-dalam. Setelah mengisap beberapa kali, aku kembali berkata, "Sekarang kita punya dua masalah ....""Pertama, waktu aku nyelamatin kamu tadi, sepertinya aku sempat lepas kendali. Aku kayaknya nusuk orang pakai pecahan botol bir, entah orangnya mati atau nggak. Kalau benar sampai mati, berarti aku jadi pembunuh," kataku dengan nada suram.Itu juga salah satu hal yang paling kukhawatirkan.Aku samar-samar ingat kalau tadi aku menusuk seseorang berkali-kali. Kalau sampai kena bagian vital, itu benar-benar bisa membunuh orang.Wajah Gita langsung memucat."Kalau ... kalau benar sampai membunuh orang, aku ... aku akan mohon ke Nenek. Selama Nenek turun tangan, masalah ini pasti
더 보기