"Mm, sudah nggak ada masalah. Ruang operasi juga sudah siap, sebentar lagi pasien bisa masuk." Dokter itu mengangguk, lalu pergi.Setelah dokter pergi, Maya langsung memasang wajah suram, lalu memanggil Gita.Tak lama kemudian, suara Maya yang memarahi Gita terdengar dari luar.Walaupun tadi berhasil ditutupi, omelan ini jelas tidak mungkin lolos begitu saja. Bahkan Nadya juga ikut keluar.Bagaimanapun juga, kejadian kali ini memang sangat serius.Kalau sampai sedikit saja salah langkah, akibatnya bisa menghancurkan hidup selamanya. Kalau Gita tidak diberi pelajaran, jelas tidak masuk akal.Setelah mereka semua pergi, di dalam ruangan hanya tersisa aku dan Amira.Tanpa ada orang lain, sisi lemahnya akhirnya benar-benar terlihat.Matanya berkaca-kaca, kedua tangan kecilnya menggenggam telapak tanganku yang kasar."Kamu ini kenapa sih selalu begitu? Nggak sayang nyawa ya? Sendirian lawan delapan orang? Kamu pikir dirimu Bruce Lee?" keluhnya dengan lirih sambil sesenggukan."Heh, kalau ak
더 보기