Gita kebetulan juga melihat tatapanku itu. Wajahnya sedikit memucat, jelas terlihat agak takut.Meski aku hampir tidak bisa menahan diri untuk memberi pelajaran pada gadis nakal ini, aku tetap menahan diri. Bagaimanapun, Nadya masih berdiri di belakang."Cih! Dasar pecundang nggak guna," maki Gita dengan nada meremehkan, lalu dia menggoyangkan pinggulnya kecil saat pergi."Gita, sini!" Pada saat itu, suara Nadya terdengar agak tegas dan dingin dari sampingku.Aku menoleh dan melihat ekspresi Nadya yang dingin dan sangat menakutkan. Ini pertama kalinya aku melihat ekspresinya seperti itu. Jelas dia sedang marah.Gita juga terlihat takut pada Nadya. Dengan agak terpaksa, dia menundukkan kepala dan berbalik."Minta maaf pada ayahmu," ucap Nadya dengan suara dingin dan tegas.Tubuh Gita sedikit gemetar. Suruh dia minta maaf padaku? Jelas dia tidak mau.Hanya saja, Nadya adalah kepala keluarga. Gita mungkin tidak takut pada orang lain, tapi dia takut pada Nadya. Sambil menggigit bibir dalam
続きを読む