Langkah kakiku terasa jauh lebih berat dari biasanya saat mendorong pintu utama mansion. Pesan dari Bunda tadi sore masih terngiang di kepalaku. Begitu memasuki ruang tengah, suara tawa langsung menyambut pendengaranku. Aku berhenti sejenak. Di sofa utama, Bunda sedang duduk bersama seorang wanita yang sudah sangat kukenal. Kak Giselle. Ia terlihat begitu anggun dengan dress santai berwarna lembut. Rambutnya tertata sempurna, wajahnya dihiasi senyum manis yang tampak begitu tulus. Namun, aku tahu, senyum itu hanya berlaku ketika ada Bunda. “Nah, itu Rania baru pulang,” ujar Bunda begitu menyadari kehadiranku. Aku segera memasang senyum tipis. “Bun.” Aku menghampiri Bunda dan menyalami tangannya. “Gimana tadi kuliahnya?” “Baik, Bun.” Kemudian aku beralih kepada Kak Giselle. “Halo, Kak.” Kak Giselle membalas salamku dengan senyum yang terlihat ramah. “Halo, Ran.” “Sini, sayang. Duduk dulu,” kata Bunda sambil menepuk tempat kosong di sampingnya. Aku m
Last Updated : 2026-09-12 Read more