แชร์

Bab 102

ผู้เขียน: D.N.A
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-10 10:05:42

Sambara melewati Agnira begitu saja. Langkahnya terdengar berat saat menuju ruang kerja. Pria itu terlihat terlalu lelah untuk menjelaskan apa yang baru saja terjadi.

Agnira tidak menahannya. Wanita itu hanya memperhatikan punggung Sambara yang kian menjauh, lalu membiarkannya pergi tanpa sepatah kata pun.

Keheningan kembali menyelimuti ruang tamu. Sementara itu, Nana masih terduduk di tempatnya. Jemarinya menggenggam beberapa lembar foto yang kini tampak kusut di sudut-sudutnya. Anehnya, gadis
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 155

    Kepulangan Agnira langsung disambut pelukan hangat Nana. Gadis itu berlari kecil begitu melihat kakak iparnya memasuki rumah, lalu memeluknya erat dengan wajah berbinar."Selamat, Kak!" ucap Nana penuh semangat.Agnira tersenyum haru sambil membalas pelukan itu. "Terima kasih."Kabar kehamilan Agnira rupanya telah lebih dulu sampai ke telinga seluruh penghuni kediaman Lakeswara. Para pekerja yang berjajar di ruang tengah ikut mengucapkan selamat dengan wajah bahagia. Suasana rumah yang biasanya tenang mendadak dipenuhi tawa dan ucapan syukur.Setelah euforia itu sedikit mereda, semua orang berkumpul di ruang tamu. Sambara yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara."Kita akan pindah rumah." Kalimat singkat itu langsung membuat seluruh ruangan hening. Semua mata tertuju kepadanya, termasuk Agnira yang duduk di sampingnya.Wanita itu mengernyit bingung."Pindah rumah?" ulang Agnira pelan. "Kenapa?""Iya, Kak," sahut Nana tak kalah heran. "Rumah ini, 'kan, masih bagus."Sambara mengal

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 154

    Mata Agnira membulat sempurna. Tanpa pikir panjang, ia menyikut pelan lengan Sambara begitu pertanyaan itu meluncur dari bibir suaminya. Dari sekian banyak hal yang bisa ditanyakan kepada dokter, justru urusan ranjang yang lebih dulu muncul di kepala pria itu."Kau, ini!" geram Agnira dengan wajah memerah."Apa?" Sambara menoleh polos. "Saya hanya bertanya.""Masih sempat-sempatnya memikirkan itu." Wajah Agnira bersemu, ia bersiap akan mencubit Sambara jika tidak menahan diri.Sambara mengangkat sebelah alis. "Ini bukan sekedar pertanyaan asal. Saya ingin memastikan semuanya aman."Dokter Maya yang sedari tadi memperhatikan keduanya hanya bisa tersenyum sambil menggeleng pelan. Tingkah pasangan suami istri itu benar-benar menghibur."Jadi bagaimana, Dok?" tanya Sambara kembali, kali ini dengan nada yang benar-benar serius. "Apakah ada hal yang harus dihindari? Misalnya dari segi posisi atau kondisi tertentu?""Samba

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 153

    Agnira berbaring di atas ranjang pasien, dadanya berdebar saat dokter di sisinya mulai meraba perut. Dia terus menarik napas, berusaha rileks, walaupun kenyataannya tetap tidak bisa."Kita mulai USG-nya yah," ucap Maya sambil mulai menyiapkan alat-alatnya. "Ibu Agnira bisa mengangkat baju sampai bagian perut." Alis Sambara mengernyit saat perintah itu terdengar. "Kenapa istri saya harus membuka baju?" Tangan Maya yang hendak membantu Agnira menarik baju terhenti seketika, dia memandang Sambara dan tersenyum samar. Benar kata dokter Surya, jika Sambara adalah tipe pria protektif terhadap istrinya."Karena benda ini harus menempel dikulit, Pak," ucap Maya sambil menunjukkan benda di tangannya, "dan, jel ini juga harus saya balurkan di atas perut, Ibu Agnira." Dokter itu tersenyum hangat, namun tidak untuk Sambara, pria itu jelas menunjukkan rasa enggan. Namun, tidak berani menyela."Anda sebaiknya keluar dulu, dok," usir Sambara para Surya yang masih betah berdiam diri di sana.Surya

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 152

    Sambara benar-benar berakhir di pinggir trotoar bersama istri dan ketiga anak buahnya. Masing-masing memegang sebungkus tahu bulat hangat yang baru dibeli. Pakaian formal yang dikenakan Sambara beserta ketiga anak buahnya menciptakan kontras yang mencolok dengan suasana kaki lima. Membuat mereka, terutama Agnira yang berada di tengah-tengah mereka, menjadi pusat perhatian orang-orang yang melintas."Aku mau lagi. Pakai bubuk cabai yang banyak," pinta Agnira sambil menunjuk wadah berisi bubuk cabai merah yang tampak begitu menggugah selera.Sambara menoleh sekilas ke arah Agnira. Sudut bibirnya terangkat tipis melihat mata sang istri berbinar seperti anak kecil yang menemukan jajanan favoritnya."Jangan banyak-banyak," tegur Sambara dingin.Agnira mengangguk cepat. "Iya. Jangan terlalu pedas, Pak." Penjual tahu bulat terkekeh pelan. "Siap, Bu."Bungkusan tahu bulat yang baru saja selesai dibumbui langsung diserahkan kepada Agnira. Tanpa menunggu dingin, wanita itu meniup pelan sepoto

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 151

    "Kalian mau ke mana?" tanya Agnira sambil memijat pelipisnya saat melihat Nayara, Kenan, dan Robi sudah berdiri berderet rapi di teras rumah."Kami akan mengawal Tuan dan Nyonya ke rumah sakit," jawab Nayara tegas, seolah itu adalah hal yang paling wajar di dunia.Agnira mengembuskan napas panjang. Tatapannya bergeser kepada Sambara yang duduk tenang di kursi roda dengan ekspresi datar, seolah tidak melihat ada yang aneh dengan situasi itu."Kau yang menyuruh mereka?" tanya Agnira curiga.Sambara mengangkat bahu santai. "Saya hanya memastikan keselamatan istri dan anak saya."Agnira mendesah lelah, "aku hanya akan USG, bukan perang melawan penjajah. Cukup di temani Nayara saja.""Saya hanya menjalankan tugas sebagai suami siaga, hanya itu saja. Memang salah?" Sambara menatap istrinya heran. Dia bahkan sudah membaca semua tutorial suami siaga di media sosial.Agnira memijat pelipisnya pelan, lalu berjalan tanpa kata masuk ke dalam mobil. Tanpa menghiraukan Sambara, ataupun ke tiga asis

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 150

    Ketukan pelan di pintu kamar mandi membuyarkan lamunan Agnira."Bu Agnira?" panggil Dokter Surya dari luar dengan nada tenang. "Sudah selesai?"Agnira mengembuskan napas panjang. Dengan tangan yang masih gemetar, ia menyeka air mata di pipinya, lalu membasuh wajahnya hingga bekas tangis itu sedikit memudar. Setelah merasa lebih tenang, ia menggenggam erat alat tes kehamilan di tangannya sebelum akhirnya membuka pintu.Begitu keluar, seluruh tatapan di dalam ruangan langsung tertuju kepadanya. Tidak ada yang bersuara. Bahkan Nana yang biasanya paling cerewet pun memilih diam."Bagaimana hasilnya?" tanya Sambara, suaranya terdengar jauh lebih pelan daripada biasanya, pria itu berusaha mendekat, dan menggenggam tangan istrinya.Agnira tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Sambara beberapa detik. Bibirnya bergetar, sementara matanya kembali dipenuhi air mata. Melihat itu, wajah Sambara perlahan memucat."Negatif?" bisik pria itu, lirih. "Tidak apa-apa kalau negatif, kita bisa mencoba

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 78

    Makan malam terasa hening di antara keduanya. Tidak ada satu pun yang memulai percakapan, hanya suara denting sendok dan garpu yang sesekali terdengar memecah kesunyian.Agnira terlihat begitu lahap menghabiskan makan malamnya. Berkali-kali wanita itu menambah nasi dan mengambil ayam di depannya, s

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 77

    Raungan tangis terdengar nyaring memenuhi kediaman utama Lakeswara. Dini tampak bersimpuh lemas di depan jasad putrinya yang telah terbujur kaku, tangis wanita itu pecah tanpa bisa dibendung lagi, memecahkan sunyi malam yang terasa begitu muram.Beberapa pelayat datang silih berganti. Suara lantuna

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 76

    Agnira menjadi orang pertama yang tersadar setelah kejadian panjang yang mereka lewati. Wanita itu menggeliat pelan di dalam dekapan Sambara, tubuhnya terasa pegal karena tertidur dalam posisi duduk di ruang sempit mobil.Kelopak matanya mengerjap perlahan saat merasakan sesuatu yang keras dan hang

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 79

    Malam semakin larut. Aroma khas kamar Sambara kini telah berganti menjadi wangi aroma terapi lembut yang menenangkan, Agnira menggantinya sendiri dengan alasan ia selalu merasa mual setiap mencium aroma maskulin yang biasa memenuhi kamar itu.Sambara sebenarnya ingin protes, tetapi pada akhirnya pr

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status